Weekly Photo Challenge : Window – Jendela


In Bahasa Indonesia, window is called ‘jendela’. It’s become part of our language though actually it derives from Portuguese word ‘Janela’. Many Portuguese words absorbed into our language such as ‘serdadu from soldado, pintu from pinto, tentu from tanto, antero from entero, etc. Window is our middleway between ourselves and outside. Through window, we can…

Weekly Photo Challenge : Masterpiece/ Mahakarya


Since I know how to blog, I don’t really care about what people say ‘Masterpiece’ or ‘master plan’ and many more. I just know that I wanna share what I know, what I believe and what I specialize. Immediately I start to think about my own masterpiece. From all my photographs, I must choose some…

Travel Theme : Benches/ Bangku


These bench have got its own story. I don’t always show the beauty, but sometimes irony within it. If you never take care what you belong to, how can you survive it. If the benches aren’t taken into account, then it will lose its beauty and gradually become useless trash in the future. This is…

(Return to Solo Part 5) : Sejenak di Kraton Kasunanan


Setelah puas melihat-lihat Gelar Budaya Rakyat yang diadakan di gerbang Kraton Kasunanan tepat di depan alun-alun, kami berdua (saya dan Miss Afi) memilih masuk ke dalam Kraton Kasunanan. Ketika hendak masuk sudah dihadang oleh petugas yang mengarahkan kami menuju sebuah gedung kecil, tempat pembelian karcis masuk yang senilai Rp 10.000,-. Kami diantar seorang ibu tua…

(Return to Solo Part 4 ) : Sebagian Gelar Kesenian Rakyat 2012


“Pak, habis ini kita kemana?” tanya teman saya saat ketemu di depan PGS (Pusat Grosir Solo). Dia kebetulan mantan rekan kerja saya selama di Wearnes Education Center dan melanjutkan kuliah di UNS mengambil program pasca sarjana pendidikan bahasa Inggris. “Kita keliling-keliling Solo saja,” Jawab saya. “Pak Nono hapal kan jalan-jalan disini. Entar ditilang lagi.” Sepertinya…

(Return to Solo Part 3) : Nampang Sejenak di Bis Tingkat Werkudara


Saya tidak ingat kapan terakhir kali melihat bis tingkat. Mungkin sekitar tahun 90an dulu. Saat kecil saya juga sering melihat bis tingkat saat jalan-jalan bersama keluarga ke Surabaya. Disana banyak bis tingkat kalau tidak salah mereknya Volvo. Sayang sekali saya tidak pernah naik bis tingkat, jadi seperti apa rasanya saya belum tahu. Hahahaha.. Pas setelah…

(Return to Solo Part 2) : Kursi-Kursi Yang Terbengkalai


Setelah selesai belajar bahasa isyarat meski sesaat, saya kembali lanjutkan perjalanan menuju kawasan Beteng dimana saya akan menemui mantan rekan kerja saya yang sekarang sibuk kuliah di UNS. Berhubung Car Free Day-nya sudah habis, maka kendaraan bermotorpun melintas bebas kembali masuk ke Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama di kota tempat berdirinya Kraton Kasunanan…

(Return to Solo Part 1) : Car Free Day dan Bahasa Isyarat


Tadi pagi saya berangkat ke kota Solo sebenarnya dalam rangka main-main saja. Sudah lebih dari 2 tahun saya tidak singgah ke kota itu, malah lebih sering ke Jogjakarta malahan. Berangkat dari perhentian Sukun pukul 5.30 WIB dan kira-kira 2 jam lebih saya habiskan waktu diatas bis PATAS yang harganya tetap tidak berubah sejak dulu. Ya,…