(Bilingual Blitz Fiction) : PERSEKONGKOLAN/CONSPIRACY


This is my old story. I wrote this more than eight years ago and kept safely in my computer. Finally, I wanna share this to you all. At least for releasing my stress…have a nice reading. It’s bilingual…don’t worry about it. Photo credit: this site Malam itu sangat kelam. Hanya temaram bulan sabit, tanpa bintang….

(Flash Fiction) : Coffee Debating


“You should have coffee by this way.” said Ahmad while having his coffee by reversing the glass on the glass mat and drank it by moving the glass little by little. “No way! The most delicious way to have coffee is…by cethe*” Sarif shouted. He directly showed it by put the coffee residu on the…

(Flash Fiction of the Day) : NEKROPOLIS (2)


Berdasarkan permintaan seseorang, maka cerita yang seharusnya fiksi kilat ini dengan ‘berat hati’ harus saya lanjutkan. Sambungan dari sebelumnya. “Arkha!!!!!” tiba-tiba Asha terhentak dari ranjangnya. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Wajahnya yang cantik itu memucat. Suasana kamarnya sangat hening. Tapi hening yang dirasakannya bukan keheningan biasa. Tidak ada suara nyanyian jangkrik yang biasa menemani. Mencekam,…

(Flash Fiction of The Day) : NECROPOLIS (ENGLISH)


This is English version of Nekropolis which was written in Bahasa Indonesia. “Where do you want to take me?” Asked Asha when Arkha was holding her hand. Arkha, He was just keep silent. Suddenly Arkha found herself wearing the best dress. The most enormously beautiful dress she had never had before. “Arkha, where do you…

(Flash Fiction) : Topeng Dua Dimensi


“Topeng ini harus segera selesai.” batin Ira sambil terus mengoleskan cat warna demi warna di atas permukaan kertas tebal. Kertas yang sudah dia bentuk menjadi sebuah figur wajah. Ekspresi Ira terus berubah-ubah ketika mengerjakan topeng itu. Dia teringat sakitnya ketika Dearly meninggalkan dirinya tanpa sebab dan tanpa kabar berita. Padahal cincin pertunangan sudah disematkan sejak…

(Flash Fiction of The Day) : PESAWAT-PESAWAT KERTAS


Siang ini dilapangan sekolahku, aku melihat anak-anak sedang berlomba menerbangkan pesawat-pesawat dari kertas. Sedari tadi aku melihat mereka begitu asyiknya. Meskipun usia mereka amnya sudah puberpun mereka masihlah menerbangkan pesawat itu. Warna-warninya bak pelangi, seolah membelah awan. “Yang menang traktir aku di Mac D”. Kata salah seorang anak yang berperawakan bongsor. “Aku juga dong minta…

(Flash Fiction of the Day) : NEKROPOLIS


“Kamu mau bawa aku kemana?” tanya Asha ketika Arkha menggamit tangannya. Arkha hanya diam seribu bahasa. Asha sendiri mendapati dirinya telah memakai pakaian yang terbagus. Paling bagus dari yang dia dapatkan selama hidupnya. “Kha, kau mau ajak aku kemana?” kembali pertanyaan itu terluncur dari bibir Asha yang tipis namun manis itu. Arkha lagi-lagi membisu. Tiada…

(Flash Fiction) : KOIN


Hari ini kuadopsi lagi dua buah koin. Tergeletak dijalanan, tiada arti. Entah siapa yang membuangnya? Padahal koin-koin itu sangatlah berarti. Memang jumlah mereka kecil saja, namun ibaratkan sebatang lidi….bila sendiri, dia lemah. Namun jika digabungkan bersama, maka dia menjelma jadi satu kekuatan yang tak terkalahkan. Kupungut dua koin itu. Nilainya hanya 500 dan 200 perak,…

(FlashFiction 2) : SMS


Malam, apa kabarmu? Kuhantar SMS itu sebagai pembuka komunikasi dengan seseorang. Seseorang yang begitu kusukai sejak lama. Hanya berbincang beberapa kali saja sudah senang rasa hati ini. Namun sayangnya…hanya bisu yang kuterima. Aku hanya berpikir positif saja, apakah dia sibuk, ataukah kehabisan pulsa sehingga tidak sempat membalas pesan singkat demi pesan singkat yang kuhantarkan. Kucoba…

(Flash Fiction) : Mengubur MF


MF itu seseorang yang sangat berarti. Soni telah mengenalnya sejak kali pertama di sebuah kelas bahasa yang diikutinya. Sosoknya sangat baik, namun dia tidak mau menyebut nama aslinya. “Panggil saja aku MF. Itu nama julukanku.” Katanya saat mengulurkan tangan pertama kali. “Aku Soni.” Jawab Soni dengan senyum yang aneh. Entah mengapa dia langsung merasa cocok…