(Cerita Kilat) : Hampir 10 Tahun


Peringatan : ini hanya sekedar fiksi, jika ada yang sama..itu hanya suatu kebetulan. Saya belum pernah ke Aceh, tapi suatu saat nanti pasti akan kesana. Maaf jika penggambarannya kurang tepat. Terima kasih. Hampir 10 tahun aku tak menapakkan kakiku di Lapangan ini. Semuanya tidak banyak berubah, bahkan Masjid Baiturrahman pun tetap kokoh berdiri seakan menantang…

(Short-Short Story) : SOMNAMBULISTIC (1)


This was an eery night. The wind blew as if a satanic flute. I was just rolling up and down in my sleep. I couldn’t sleep….I couldn’t do anything. I was too tired after working for hours. Even my joyful bathing did not work to release my fatigueness. What kind of satanic flute? It was…

(Saturday’s Short Story) : UJIAN NASIONAL PUTRI


Ujian Nasional Putri Bambang Priantono No SMS No BBM No Facebook No Twitter Pokoknya…semuanya…no! Demikian tekad Putri saat menjelang ujian sekolahnya. Dia sudah mematikan semua jalur komunikasi dan jejaring sosialnya yang selama ini menjadi kebutuhan primer setelah makan, minum, mandi dan sekolah (termasuk gaul juga sih). Putri termasuk anak paling gaul di sekolahnya. Julukan sebagai…

(Blitz Poem) : CONSPIRACY (5)


It’s a dark As dark as your tux Who’s behind the dark Only one eye Sparkling but creepy It is watching over you And looks at another eye over there Gradually a mysterious smile appears A cloudy and tricky one While another smiles again A winning smile A inhumane smile It’s around you, and they’re…

(Flash Fiction of the Day) : NEKROPOLIS (2)


Berdasarkan permintaan seseorang, maka cerita yang seharusnya fiksi kilat ini dengan ‘berat hati’ harus saya lanjutkan. Sambungan dari sebelumnya. “Arkha!!!!!” tiba-tiba Asha terhentak dari ranjangnya. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Wajahnya yang cantik itu memucat. Suasana kamarnya sangat hening. Tapi hening yang dirasakannya bukan keheningan biasa. Tidak ada suara nyanyian jangkrik yang biasa menemani. Mencekam,…

(Cerpen Lama) : RAPAT TIKUS


Rapat Tikus Bambang Priantono “Moi, je suis de la France et je m’appele Louis” seekor tikus dengan dandanan anggun dan sedikit pongah memperkenalkan diri dalam rapat akbar tikus yang diadakan disebuah negeri Tikusnesia. “ Namaste, Meraa naam Chand rattus hai” seekor tikus besar dengan tanda merah diantara keningnya juga unjuk kenal kepada ribuan tikus yang…

(Flash Fiction of The Day) : NECROPOLIS (ENGLISH)


This is English version of Nekropolis which was written in Bahasa Indonesia. “Where do you want to take me?” Asked Asha when Arkha was holding her hand. Arkha, He was just keep silent. Suddenly Arkha found herself wearing the best dress. The most enormously beautiful dress she had never had before. “Arkha, where do you…

(Bilingual Blitz Fiction) : CONSPIRACY


Malam itu sangat kelam. Hanya temaram bulan sabit, tanpa bintang. Gelap gulita, sesekali terdengar suara serigala melolong. Di sebuah rumah besar, di dalam ruangan yang penuh rahasia, dua orang sedang serius membicarakan sesuatu. Sesuatu yang haram diketahui oleh siapapun. Sesekali terdengar suara tawa dari mereka. “Hahahaha….apa sudah kau sebarkan informasi itu?” kata salah satu lelaki…

(Cerita Fiksi Lama) : Sore di Masjid Nurul Fatimah


Masjid Nurul Fatimah. Masjid ini berada disebuah perkampungan yang ramai. Masjid ini nampak megah, berdiri di lahan seluas 800 meter persegi, tanah wakaf milih Almarhum Haji Usman yang dihibahkan 10 tahun lalu. Sehari-hari ada saja kegiatan yang dilaksanakan di masjid ini. Adzan berkumandang, tapi jamaah yang datang malah berkumpul di teras masjid nan dingin berdekatan…

(Flash Fiction) : Topeng Dua Dimensi


“Topeng ini harus segera selesai.” batin Ira sambil terus mengoleskan cat warna demi warna di atas permukaan kertas tebal. Kertas yang sudah dia bentuk menjadi sebuah figur wajah. Ekspresi Ira terus berubah-ubah ketika mengerjakan topeng itu. Dia teringat sakitnya ketika Dearly meninggalkan dirinya tanpa sebab dan tanpa kabar berita. Padahal cincin pertunangan sudah disematkan sejak…

(Cerpen Lama) : KOSAKATA


Bahasa itu ibarat sungai Dapat mengalir dengan tenang Namun kadang mengganas Menghempas semua yang didepannya Salim menuliskan bait-bait puisi pendek itu diatas kertas kerjanya. Mengetuk-ngetukkan pensil diatas meja sambil sesekali menggaruk kepala keritingnya yang nampak berantakan. Dia masih harus mengurus penempahan kamar hotel bagi para klien atasannya yang akan datang besok hari. Salim merasa gelisah…

(Bilingual Flash Fiction) : PENYATUAN WAKTU/TIME UNIFICATION


Semarang Pukul 06.00 Waktu Indonesia…..Lastri terbangun dari tidurnya dan berteriak : “Tidak! Aku terlambat!” sambil meloncat dari tempat tidur dan lekas-lekas menuju kamar mandi. Tapi ternyata luar masih gelap. Lastri kebingungan sendiri. “Kok masih kayak jam 5 ya?” Jayapura, Papua Pukul 06.00 Waktu Indonesia. Robertapun siap-siap berangkat ke kantornya. Dia sudah rapi dan cantik. Saat…