Tetenger Baru Tangerang, Jembatan Cisadane Berendeng


OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Satu daerah selayaknya mempunyai satu tetenger (landmark) yang patut dibanggakan.”

Mimpi bisa melintasi jembatan kaca? Ke Cina? Jauh…Berat di ongkos pesawat, visa dan tetek bengek lainnya! Sementara untuk mampir ke Jembatan Kaca di Kampung Warna Jodipan Malang juga jauh dan tunggu musim liburan (kecuali yang tinggal di Malang dan sekitarnya jangan ditanya juga, bisa berkali2 mungkin kalau mau). Bagi yang tinggal di Jabodetabek, Banten dan sekitarnya tentunya hal tersebut bukan mimpi lagi, karena setidaknya ada satu tetenger baru yang menjadi obyek wisata menarik dan menjadi ciri khas Kota Tangerang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Disamping Kampung Cina Benteng (Pasar Lama), Taman Potret dan Laksa khasnya, Kota Tangerang terus menambah tempat-tempat wisata baru yang murah dan terjangkau bagi warganya. Disamping indah, tempat itu juga ramah bagi penggemar swafoto plus instagrammable.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jembatan Berendeng (yang merupakan akronim dari Benteng Makassar dan Gerendeng) merupakan jembatan baru yang diresmikan oleh walikota Tangerang pada awal Februari 2018. Jembatan ini difungsikan untuk menghubungkan Kelurahan Benteng Makassar yang berada di Kecamatan Tangerang dengan Kelurahan Gerendeng yang masuk wilayah Kecamatan Karawaci. Jembatan yang membentang sepanjang 120 meter dengan lebar 13 meter ini dipakai untuk mengurai kemacetan antara Jl Daan Mogot dan Jl K.S Tubun. Namun berdasarkan informasi yang saya peroleh untuk saat ini hanya kendaraan roda dua yang boleh melintas dan pada hari libur dan Car Free Day jembatan ini akan ditutup untuk kendaraan serta khusus untuk pejalan kaki.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Disamping bentuknya yang cantik, Jembatan Berendeng ini dilengkapi dengan flying deck atau beranda yang semuanya terbuat dari kaca di sisi-sisi jembatan. Beranda kaca ini cukup tebal dan menjorok hingga Kali Cisadane terlihat jelas dari atas, jadi seolah-olah kita menapak Kali Cisadane. Disamping itu ada gardu pandang yang cantik dan dari situ pemandangan Cisadane yang saya lihat makin apik terlihat jelas. Dari kejauhan, tulisan “KOTA TANGERANG” juga makin menambah cantik suasana. Pinggiran Kali Cisadane yang dulunya kumuh dan sering jadi ajang tindakan-tindakan kurang baik, akhirnya pelan-pelan berubah jadi lebih baik.

Arsitektur yang apik dan warna-warnanya yang ‘ngejreng’ menjadikan jembatan ini terlihat megah. Ditambah dengan flying deck kaca yang sengaja dibuat agar pengunjung bisa selfie di atas Cisadane menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung yang penasaran dengan jembatan baru ini. Fasilitas parkir sudah tersedia di sisi Gerendeng dengan merogoh kocek 3000 perak dan terdapat sarana bermain untuk anak-anak serta taman dayung yang digunakan sebagai basecamp latihan olahraga mendayung.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hanya saja untuk bisa berfoto di bagian flying deck ini, pengunjung diharuskan melepas alas kaki, dan sebaiknya jangan saat siang bolong, karena lantai kacanya terasa panas walau sudah disediakan keset disana. Saya sendiri harus berjalan di atas keset untuk menghindari panas yang menyengat saat itu. Kesempatan yang tak boleh terlewatkan karena pemandangannya yang keren. Sebaiknya menurut saya, datang saja di pagi atau sore hari saat matahari terbit atau terbenam, atau kalau mau datang malam hari juga bisa sambil menikmati kelap-kelipnyacahaya kota.

 

Tangerang, 1 April 2018

 

Bambang Priantono

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s