Danau Biru Cigaru, Primadona Tangerang Yang Mulai Bersolek


OLYMPUS DIGITAL CAMERATerkadang yang ditinggalkan manusia itu menjelma jadi keindahan baru, walaupun awalnya hanya berupa bekas penggalian, namun atas kehendak-Nya jadilah tempat yang indah.

Maksudnya adalah, seringkali bekas penambangan yang tak terpakai lagi itu lambat laun akan tergenang dan menjadi danau-danau baru yang kadang menjadi atraksi wisata baru dan menarik banyak pengunjung. Memviralkan sesuatu juga ada dua sisi, baik positif maupun negatif. Saya ambil saja segi positif dari viral ini karena 100% bukan kabar burung, kabar bohong, alias hoax.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bermula dari informasi2 dari media sosial tentang Danau Biru Cigaru ini, serta ada beberapa kontak saya yang memposting pesonanya otomatis menjadikan saya sangat kepo maksimal. Pertama, lokasinya masih di wilayah Kabupaten Tangerang, otomatis satu wilayah dong dengan saya. Kedua, terdiri dari tiga danau kecil yang berbeda-beda warna sesuai dengan cuacanya.

Danau Biru Cigaru berada di Kampung Cigaru, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Kalau dengan sepeda motor dari tempat saya di Kelapa Dua mungkin makan waktu satu setengah jam non stop. Sementara dari Jakarta lebih kurang 60-an km. Posisinya berada di sebelah barat Tigaraksa yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang saat ini. Akses disana juga sangat mudah, bisa dengan kendaraan pribadi atau menggunakan jasa ojek. Saya dari rumah berangkat jam 7.30, tapi baru sampai ke TKP jam 9.30 karena pakai bonus nyasar dan tanya dengan jurus ‘kan ada mulut untuk bertanya’.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tapi yang terparah adalah saya berputar mengelilingi kompleks Pemkab Tangerang berulang kali karena bingung dengan jalanannya sehingga harus tanya-tanya. Jawaban setiap orang yg saya tanya selalu berbeda-beda. Namun…baiklah!! Akhirnya saya menemukan jalan keluar tanpa tanya lagi ke orang-orang.

Dari Jalan Raya Cisoka, belok ke arah SMPN 1 Cisoka dan ikuti jalan desa yang kecil namun beraspal cukup bagus bagus. Tapi saya sempat salah kaprah berhenti di sebuah danau yang cukup besar. Saya pikir itulah Danau Biru. Tetapi sepi sekali, hanya ada beberapa pemancing disana, dan waktu diberitahu oleh penjaga warung disitu kalau danaunya masih 300 meter lagi, saya harus meluncur cepat. Cuaca tambah panas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sesampainya di gerbang masuk TKP, kita membayar karcis masuk seharga 5000 perak dan tambahan goceng lagi untuk parkir. Disitulah saya melihat untuk pertama kalinya dengan mata kepala sendiri keindahan Danau Biru Cigaru. Danau ini sebenarnya ada tiga, yang masing-masing warnanya bisa berubah-ubah seperti yang saya sebutkan tadi dan mengingatkan saya pada Danau Kelimutu-Nusa Tenggara Timur serta Danau Kaolin yang berada di Pulau Bangka. Yup, setidaknya versi mini dan yang paling dekat.

Ada yang biru muda, hijau toska atau kadang2 biru terang. Mungkin karena pengaruh tanah dan cahaya juga, jadi kata pengawas disana, sehari kadang bisa berubah warna sebanyak tiga kali dan paling bagus ketika baru selesai hujan. Berhubung sudah pancaroba, saya sudah cukup puas kok dengan yang ada. Setiap danau dilengkapi dengan perahu hias berbentuk cinta yang siap mengantar pengunjung berkeliling dengan merogoh kocek sebesar 10 ribu rupiah. Sambil ngobrol-ngobrol dengan petugasnya, banyak informasi yang bisa digali dari mereka, karena mayoritas pekerja di kawasan wisata ini penduduk sekitar situ saja. Dulu sampai 2013-an kawasan ini menjadi wilayah penambangan pasir. Dari semula manual hingga menggunakan mesin dan kemudian ditinggalkan hingga berbentuk lubang besar dan lambat laun terisi air hujan. Walhasil jadilah tiga danau yang disebut Danau Biru Cigaru ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Danau ini menjadi terkenal setelah diviralkan oleh beberapa pelajar asal Jakarta yang berkunjung ke kawasan ini beberapa tahun lalu. Karena viral inilah akhirnya kehidupan warga sekitar berubah. Pengelolaan parkir, karcis masuk dan warung-warung yang ada disekeliling danau sebagian besar dikelola warga sekitar, yang setelah penambangan pasir ditutup tidak tahu harus bekerja apa. Intinya, kawasan Danau Biru Cigaru sudah dikelola lebih baik sejak 4 tahun berselang dan disponsori oleh sebuah perusahaan rokok terkemuka. Selain fasilitas perahu yang disewakan, juga ada flying fox, kolam renang serta tentu warung-warung yang bertebaran. Memang masih terkesan kurang rapi, namun kalah oleh pesona danau ini.

P3301088.JPG

Ada beberapa warung yang letaknya tinggi, sehingga saya bisa melihat sebagian besar danau secara lebih leluasa. Warna danau mencerminkan kedalamannya. Kata petugas kapal, bagian terdalam mencapai maksimal 18 meter dan banyak ikannya, terutama ikan sepat, nila dan gabus. Wah kalau ikan gabus bisa dibikin gabus picung dong. Bahkan pernah ditemukan ikan gabus seukuran paha orang dewasa, walau tidak berhasil ditangkap.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pendek kata, disamping jadi tempat yang bagus untuk swafoto , Danau Biru Cigaru sering dipakai sebagai obyek foto pre-wedding karena warnanya yang sangat bagus dan instagrammable. Tebing-tebing bekas pengerukan juga memberi keindahan tersendiri karena kontras dengan warna air danau yang saat itu hijau toska, dan kadang warnanya seperti biru laut. Anginnya yang sepoi-sepoi juga seolah mengajak kita melupakan sejenak masalah2 yang menggelayut dalam sanubari. Bisa juga sambil melamun di atas kapal asal jangan sampai kebablasan tidur saja.

Tempat wisata ini dibuka dari pukul 7.30 – 17.30 WIB walau kadang ada beberapa pengunjung yg sengaja berlama-lama sampai malam untuk mengabadikan momen matahari terbenam yang katanya keren disitu.

Tak kalah dengan Kelimutu.
Tak kalah dengan Danau Kaolin Bangka.
Meski versi Tangerang.

Harapan saya satu, semoga danau-danau bekas galian pasir lainnya yang ada disekitar Cisoka juga mendapat perhatian serupa agar bisa dikelola baik, dan perekonomian warga sekitar juga terangkat dengan adanya fasilitas parkir, taman bermain hingga yang super vital…warung makanan. Saya rasa dengan terus diviralkan akan berdampak positif bagi Tangerang yang selama ini dicitrakan sebagai wilayah industri belaka, sehingga orang luar makin sadar kalau Tangerangpun punya tempat wisata yang layak dikunjungi. Saat ini tentu Danau Biru Cigaru!

Tangerang, Jumat Agung 2018

 

Bambang Priantono

29683496_10155724810504335_5385015472285658688_n

Advertisements

15 Comments Add yours

  1. Mabel Kwong says:

    Such a beautiful lake, Nono. Looks like a relaxing getaway for you and the weather looks amazing 🙂 Long time no see, hope you are well 🙂

    1. Thank you Mabel…It’s been six month since the last posting. Hopefully I can write as often as possible from now on.

      1. Mabel Kwong says:

        Good luck with blogging, and also with life in general. Lovey to see you again 🙂

  2. myanteiku says:

    Mantap

  3. suaka57 says:

    nice article 🙂

  4. langoustyle says:

    boleh tolong cek website saya dan berikan pendapat karena saya bru mencoba menulis

    1. Nanti saya layari ya..maaf jarang2 ngeblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s