Ciamiknya Berlatih Videography dengan Smartphone


17098664_10154658329194335_2991693213640863664_n (1)

Belajar dan terus belajar

Salah satunya adalah belajar sesuatu yang baru dan terkadang di luar bayangan kita sendiri. Videography merupakan hal yang masih asing bagi saya, karena tak terlintas sedikitpun kalau sebenarnya videography itu mudah. Di mata saya, membuat video yang ciamik itu memerlukan program atau piranti yang bagus serta keahlian yang prima sehingga saya memandangnya sebagai sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh maestro atau yang berkecimpung di dunia itu.

Tapi ternyata pendapat saya selama ini salah besar! Dari status Mas Teguh Sudarisman yang mengadakan workshop videography berbasis smartphone pada tanggal 4 Maret 2017 yang telah lewat, saya jadi tertarik untuk mencoba ikutan dengan mendaftar via komentar. Saya mendaftar hanya sambil lalu, karena media sosial saya hanya sedikit pengikutnya dan itupun lebih dominan di wordpress dan facebook, sementara di instagram ataupun twitter justru sangat sedikit, karena saya jarang-jarang update di dua tempat itu. Beberapa waktu kemudian tanpa disangka saya ditag Mas Teguh sebagai salah satu dari 20 blogger yang terpilih mengikuti workshop. Reaksi saya…alhamdulillah! Jadi tidak sabar untuk mengikutinya.

Untuk mempersiapkan diri, saya menghapus banyak file tak penting yang ada di smartphone saya. Meskipun memang kualitas gambarnya tidak seciamik smartphone keluaran terbaru, tapi kalau tahu triknya pasti bisalah kita membuat video yang oke.

Acara workshop ini diselenggarakan di Allium Tangerang Hotel yang berada di Jalan Benteng Betawi, tidak jauh dari Stasiun Tanah Tinggi. Jaraknya lebih kurang 13 km dari tempat tinggal saya dan ditempuh sekitar 15 menit dengan gojek karena lebih cepat dibanding dengan moda transportasi biasa. Sesampai di Allium Tangerang Hotel, saya melihat suasana hotel yang cozy meskipun di beberapa bagiannya sedang ada perbaikan untuk yang lebih oke nantinya. Suasana lobby yang urbanistik sekaligus klasik membuat saya betah berlama-lama disana dengan penataan yang menjadikan lobby hotel ini terkesan luas. Namun saya lebih berkonsentrasi dengan workshop kali ini, terlebih saya dapat kenalan-kenalan baru yang langsung akrab.

Workshop videography dengan smartphone ini baru dimulai sekitar pukul 9.00 WIB. Langsung digawangi oleh Mas Teguh Sudarisman yang merupakan seorang travel blogger terkemuka dan berpengalaman di berbagai media khususnya media travelling dan kini menggawangi TravelXpose Magz yakni sebuah majalah yang khusus untuk travelling disamping sebagai editor plus kontributor di Majalah KALSTAR. Saya sudah kenal dengan beliau selama bertahun-tahun semenjak di Multiply, namun baru pada tanggal 4 Maret itulah kami bertatap muka.

Pelatihan pembuatan serta penyuntingan video dengan smartphone ini berlangsung sangat santai. Tapi dengan tidak lupa untuk selalu charge telepon genggamnya karena akan digunakan untuk pengambilan gambar. Dari 20 peserta, sayang sekali 4 orang mengundurkan diri karena sesuatu dan lain hal. Namun hal tersebut tidak mengurangi keriangan serta keseriusan dalam belajar. Bagi saya ini momen mengosongkan gelas dan menerima isi yang baru. Penjelasan Mas Teguh tentang cara-cara pengambilan video serta pengeditannya bisa dimengerti dengan mudah, dan dengan bahasa yang gampang dicerna.

17103589_10154658329074335_3637670863378102671_n

Pembelajaran pertama diawali dengan pengenalan software yang tepat untuk edit video, dan bagaimana cara mengambil gambar tanpa bergoyang. Banyak contoh video yang diberikan oleh Mas Teguh dan alat-alat yang dibutuhkan untuk hasil video yang stabil tanpa goyang, dan saya butuh waktu juga untuk bisa beli alat-alat itu yang insyaallah bisa jika niat kuat dan bulat (lebih bulat dari tahu  bulat digoreng dadakan). Contoh demi contoh yang diberikan semakin memperkuat niat saya untuk belajar meski jujur saya bukan pembelajar yang cepat.

Hal yang paling mengesankan bagi saya adalah ketika kami dibagi menjadi dua kelompok besar saat sesi pertama berakhir jelang makan siang. Kelompok sisi kiri dan sisi kanan. Saya bersama beberapa kenalan baru masuk kelompok sisi kiri dan mengawali shooting dari lobby hotel, mengambil gambar ketika tamu datang ke resepsionis. Mengambil video per 10 detik itu bikin pegal juga, karena saya belum terbiasa dan harus benar-benar stabil hingga perlu tarik dan tahan napas (tidak pakai kentut), kemudian dilanjutkan dengan pengambilan gambar di kolam renang dari sudut yang tidak terkena renovasi dan bergantian ambil gambar di Paris Lyon Cafe yang terletak di bagian belakang hotel. Lucunya juga kita berjajar persis antrian sembako, sabar menanti giliran dan kadang saling shoot. Setelah itu baru diakhiri di salah satu kamar hotel, dimana kita melakukan shooting kamar, dan karena kami banyak maka akhirnya harus bergantian dan mengambil dari angle berbeda.

17022503_10154658329104335_5247239581644598590_n

Setelah selesai pengambilan video 10 detikan beberapa kali dan banyak adegan, kami lanjutkan dengan makan siang bersama di Paris Lyon Cafe yang cozy, dengan makanan yang pas dengan selera, saya bertukar pandangan dan informasi dengan teman-teman baru seperti Pak Johannes dan lainnya yang saya harus cek daftar nama satu-satu. Gayeng dan penuh keakraban sangat kental terasa. Setelah makan siang, kami semua kembali ke Ruang Haneda tempat workshop dilaksanakan. Sesi kali ini adalah proses pengeditan video dengan aplikasi Power Director yang ciamik. Tapi berhubung saya termasuk tipe pembelajar lambat, maka saya bertanya berulangkali cara memotong footage yang tidak diperlukan serta mengatur musik latar. Disamping itu memasukkan suara ke dalam video dengan mengecilkan volume musik.

Ternyata video hasil editan ini wajib diunggah di instagram untuk dilombakan, dimana 3 karya terbaik mendapatkan voucher makan senilai Rp 200.000,-. Saya sadar diri kalau hasil video saya masih jauh dari sempurna, karena disamping kualitas video dari ponsel saya yang kurang baik, juga cara peralihan adegannya masih kasar. Ini kode keras bagi saya untuk segera mendapatkan ponsel yang baru dan lebih baik lagi. Mas Teguh memberikan masukan-masukan yang sangat berharga bagi saya dan peserta lainnya. Sungguh ini jadi pelajaran berharga.

Berikut ini hasil video edit saya :

Walaupun tidak menang dalam kompetisi video ini, tapi saya tidak berkecil hati. Karena saya mendapatkan hal yang jauh lebih penting, yakni : ilmu dan teman-teman baru yang langsung akrab tanpa malu-malu. Workshop ini menjadi pembelajaran yang ciamik bagi saya, apalagi Mas Teguh menyadarkan saya kalau saya ini bisa dan tinggal memolesnya lagi dengan terus berkarya.

Workshop selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah saling foto bersama dan ngobrol banyak hal, kami semua harus berpisah untuk urusan masing-masing. Namun dari sini, pertemanan dan jaringan semakin bertambah, ilmu nambah plus perut juga kenyang (oops).

Terima kasih kepada Allium Tangerang Hotel yang menjadi tuan rumah workshop yang ciamik ini. Keramahan serta nuansa cozynya semoga selalu ditingkatkan. Saya sangat menikmatinya bersama rekan-rekan sesama peserta lainnya. Terima kasih sekali lagi kepada Mas Teguh Sudarisman dan rekan yang sudah memberi kami harta paling berharga, yakni..ilmu videografi yang luar biasa alias ciamik ini.

Tangerang, 7 Maret 2017

 

Bambang Priantono

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s