(Food Writing Competition) : TEROKA CITARASA NUSANTARA, JELAJAH CITARASA KALIMANTAN


Kalimantan sebagai salah satu pulau terbesar Indonesia yang mencakup 73% wilayah Pulau Borneo, selain dianugerahi kekayaan alam, bahan tambang dan budaya yang beragam, juga memiliki khazanah keragaman kuliner yang tidak dapat dipandang enteng. Masakan khas Pulau Kalimantan disamping berkembang dari suku-suku asli Kalimantan, juga dipengaruhi dari luar.

DSC09163

Pengaruh Melayu dan Tionghoa kuat mempengaruhi masakan-masakan pesisir Kalimantan Barat, sementara pengaruh Melayu-Banjar kuat di Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur disamping pengaruh Jawa serta Bugis yang memperkaya ciri kuliner Kalimantan Timur dan Utara.

Namun selama ini masyarakat Indonesia pada umumnya lebih mengerti masakan-masakan khas Kalimantan Selatan (Banjar) yang sudah tersebar dan tidak asing lagi. Berbagai jenis masakan seperti Soto Banjar, Sate Banjar, Bingka, Nasi Kuning Banjar dan lain sebagainya sudah menjadi ikon khas Kalimantan yang populer. Sementara masakan-masakan khas dari bagian lain Kalimantan masih terbatas popularitasnya di wilayah sendiri.

DSC09182Menjelajah selera Kalimantan? Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinsky mengadakan Indonesian Food Writing Competition yang diadakan dari tanggal 5 Agustus hingga 8 September yang setiap minggunya mengusung tema salah pulau Indonesia dan 5 pulau di Indonesia mewakili tema tersebut. Dalam kompetisi ini, peserta diajak untuk mengeksplorasi kuliner khas setiap pulau, mulai dari masakan khas yang terkenal hingga yang langkapun ditampilkan. Semua ini bertujuan untuk mengangkat masakan khas daerah yang selama ini belum dikenal.

Saya berkesempatan untuk meneroka rasa di Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinsky Jakarta pada saat makan siang tanggal 30 Agustus 2015. Suasana Signature Restaurant saat ini sangat ramai karena memang saatnya makan siang dan setelah pertunjukan tari khas Kalimantan sebagai bentuk penyambutan tamu dan penanda bahwa tema kali ini adalah tema Kalimantan, saya dipersilakan untuk makan, maka saya langsung menuju gerai masakan Kalimantan yang berada di bagian belakang restoran. Masakan-masakan tersebut ditata rapi dalam wadah gerabah yang mencirikan ketradisionalan dan keindonesiaan yang kental, sedikit demi sedikit berbagai jenis makanan khas Kalimantan tersebut saya cicipi. Ada beberapa jenis masakan yang langsung saya suka, antara lain :

DSC09166Ayam Cincane : merupakan ayam bakar khas Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang notabene adalah kota tambang. Menurut chef Melinda, chef masakan khas Kalimantan, ayam cincane sangat ikonik karena rasa rempah yang gurih bercampur aroma yang smokey membuat masakan ini semakin enak disantap, terlebih dengan nasi hangat ditambah dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh dimana-mana, maka tak syak lagi ayam cincane juga bisa jadi tambahan untuk menu ayam bakar khas Indonesia. Sayangnya, ayam cincane makin jarang yang membuat sehingga perlu sekali dilestarikan, padahal sangat mudah dan mantap raanya.

DSC09171

Sate Melayu : sate khas Kalimantan Barat ini terbuat dari daging sapi ini terasa menggoyang lidah. Bumbu rempah yang digunakan hampir mirip dengan sate di pulau Jawa, hanya saja bumbu kacangnya kering serta disajikan dengan sedikit kuah bening, potongan lontong, bawang goreng dan irisan mentimun yang membuat rasa sate jadi lebih segar.

DSC09187

Soto Manggala : dalam bahasa daerah di Kotawaringin Barat, manggala artinya singkong. Keunikan dari soto ayam khas Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat ini adalah menyeruaknya aroma pekak sebagai tambahan dari bumbu rempah kuah soto ini. Daging ayam dan singkong yang sudah dipotong kecil-kecil menjadi daya tarik dari soto ini yang membedakannya dengan soto-soto daerah lainnya. Seharusnya lebih mantap lagi bila kaldu yang digunakan berasal dari rebusan ceker ayam, karena hasilnya lebih gurih kendati warna kuahnya menjadi pekat karena kolagen yang terkandung dalam ceker ayam tersebut. Penyajian soto Manggala sama dengan soto lainnya, bawang goreng, daun loncang cincang, perasan jeruk nipis, kecap dan sambal.

DSC09169

Bebek Masak Habang : Kalimantan Selatan terkenal dengan metoda masak yang disebut masak habang (Banjar : merah) dimana rasa dan warnanya hampir serupa dengan balado dan bumbu Bali khas Jawa Timur. Namun masak habang ini rasanya tidak begitu pedas dan sangat gurih. Bebek masak habang disini dagingnya sangat lembut dan kombinasi rasa gurih serta sedikit pedasnya membuat perjalanan makan jadi semakin seru.

DSC09191Lawa Gamai : baru kali ini saya makan urap rumput laut yang dimasak dengan rempah-rempah, parutan kelapa dan udang sebagai pelengkapnya. Menurut chef Melinda, ada dua jenis bahan yang digunakan untuk makanan yang mengingatkan saya pada sayur lawar khas Bali ini, yakni rumput laut dan mentimun. Resepnya dipelajari langsung dari keturunan Sultan Bulungan yang menetap di Tarakan. Dulu, masakan ini adalah masakan khas kesultanan. Rasanya segar dan bisa menjadi pilihan yang menyehatkan. Lawa Gamai adalah masakan khas Kalimantan Utara.

DSC09175Dadah Belasan : Dadah Belasan adalah sambal yang terbuat dari serai yang dihancurkan, dicampur cabai dengan rempah-rempah termasuk terasi dan dibakar. Rasanya tidak pedas, namun sangat gurih dan cocok dengan masakan Tengiri Asam Pedas Terung Asam Rimbang asal Kalimantan Barat. Dadah Belasan ini merupakan sambal khas suku Dayak Kahayan di Kalimantan Tengah, dimana resepnya diperoleh dari keluarga kepala suku yang tinggal kota Palangka Raya.

DSC09183Sebagian masakan-masakan lainnya seperti Iga Masak Habang, Pecel Bihun Pontianak, Acar Kuning Pontianak, Putri Selat dari Kalimantan Selatan dan Pisang Gapit dari Kalimantan Timur juga memberikan pilihan yang susah untuk ditolak namun apa daya kapasitas perut sudah tidak lagi ada yang muat. Menurut Chef Meliana yang berdomisili di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, dia mempelajari masakan-masakan khas ini selama bertahun-tahun dan masih terus bereksplorasi, khususnya masakan khas pedalaman Kalimantan yang belum banyak dikenal masyarakat luas, khususnya yang di luar Kalimantan.

DSC09193

Penyajian yang apik dan ditambah dengan persembahan tarian khas Kalimantan yang mengingatkan saya pada tari Gantar dari Kalimantan Timur ini seolah membawa ke suasana Kalimantan dalam skala kecil meski Signature Restaurant dalam kondisi sangat ramai. Hanya saja, masakan-masakan khas Kalimantan ini disajikan di bagian belakang sehingga saya sempat kesulitan untuk menemukannya, dan ketika berjumpapun, petualangan selera dimulai. Ciri khas masakan Kalimantan yang pada umumnya teras gurih cenderung asin serta mendapat pengaruh dari berbagai budaya luar Kalimantan ini memberi nuansa berbeda dibanding masakan-masakan dari daerah lainnya.

Khazanah kuliner Nusantara sangatlah beragam, dan itu yang berusaha ditampilkan dengan sempurna oleh Signatures Restaurant Hotel Indonesia Kempinsky bertemakan 5 Islands in 5 Weeks. Kuliner khas Kalimantan yang saya coba tanggal 30 Agustus lalu benar-benar membawa saya meneroka rasa dalam satu tempat. Mulai dari pengaruh Melayu yang ramai rempah, hingga masakan Dayak yang segar rasanya. Ini mungkin hanya sebagian kecil dari yang ditampilkan, dan diharapkan untuk kedepan akan lebih banyak lagi masakan khas Kalimantan, terutama yang sudah langka dapat ditampilkan beriring dengan masakan-masakan internasional.

Ditulis untuk Indonesian Food Writing Competition yang diselenggarakan oleh Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta

Tangerang, 4 September 2015

Bambang Priantono

Poster - WRITING COMPETITION of Indonesian food promotion at Signatures (1)

Advertisements

11 Comments Add yours

  1. Mabel Kwong says:

    I don’t understand Info but I love the photos. The sate and ikan bakar look very yummy. It’s been a while since I’ve had either. Hard to find in Australia.

    1. I talked about Kalimantan (Borneo) food. If people say about Kalimantan means Indonesia’s Borneo.

    2. Sate Melayu, Red sauced duck, Vermicelli with peanut salad.

      1. Mabel Kwong says:

        Aaah. Now you are making me crave for the foods, Nono. I certainly miss eating authentic Asian food. We have sate and duck in Australia but they don’t taste the same.

      2. Wait, I am writing something for you Mabel.

      3. Mabel Kwong says:

        Oh, are you? I hope to see it soon 😀

      4. I’d done it mabel. Click the next posti g

  2. dani says:

    Wah untungnya ga ikut yang Kalimantan euy. Rada kurang cocok kalo lihat menunya. Gak bisa makan ikan soalnya. 😛

  3. ayanapunya says:

    Wah kayaknya enak-enak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s