Giveaway Kolaborasi : Pendendam Yang Sombong


DSC04939Judulnya terkesan sombong ya? Ini hanya merupakan refleksi dari perjalanan saya hari Minggu silam di situs Banten Lama. Saya sangat suka melakukan perjalanan, terlebih bila ada waktu luang dan juga dana (karena bohong banget kalau dana juga tidak berpengaruh dengan perjalanan kita..no money, no dong). Nah, semenjak saya berpindah secara mendadak dari Semarang ke Tangerang, dan sampai detik ini saya masih merasa terkejut karenanya, saya hanya sekali sekala melakukan perjalanan kecil. Terakhir kali ke Kota Tua Jakarta dan perjalanan sporadis ke kawasan-kawasan tertentu Jakarta Pusat, itu saja dan masih menyisakan perasaan kurang dalam diri saya.

DSC04877

Melihat status-status di jejaring sosial yang memajang foto-foto atau kisah para traveller yang seolah sudah merambah duniapun membuat saya sering merasa ‘panas dalam’. Kadang saya baca saja, atau bahkan suka saya lewatkan bila kesannya sudah mengitik-ngitik otak saya dengan silet. Saya cuma bisa berangan-angan andai bisa merambah sisi dunia yang digambarkan orang-orang. Bahkan saya membaca kisah seorang teman yang sejak kuliah sudah menyimpan peta butut Indonesia dan selalu diberi push pin dengan berbagai warna untuk tempat-tempat yang ingin ditujunya kelak. Saya sendiri? Merasa kosong melompong, belum bisa seberuntung itu dan serasa aneh dengan apa yang saya lihat.  Saya jadi mempunyai rasa ‘dendam’ yang lama kelamaan kian mengapur dalam diri saya, terlebih usia sayapun tidak dibilang muda lagi.

Apa yang sudah saya capai?
Apa yang sudah saya bagikan?
Apa yang sudah saya …….. ah…sulit untuk dijelaskan, karena akan begitu banyak.
Kadang kita sering merasa ‘stuck’ dengan keadaan saat ini.

Bahkan ketika orang berramai-ramai berresolusi untuk tahun 2014, saya hanya cuek bebek. Saya kurang begitu peduli dengan resolusi demi resolusi. Karena kenapa? apakah resolusi tahun sebelumnya sudah dijalankan dan terpenuhi…Memang benar kata sebuah iklan rokok, utamakan yang penting dan carilah solusi. Semangat saya sempat drop sampai akhirnya secara tiba-tiba saya memutuskan pergi ke Banten Lama. Dengan nekad mencegat bis dekat jalan tol sekitar Islamic Village dan tidak mempedulikan lagi berapa ongkos yang harus saya keluarkan untuk naik ojek. Sengaja saya kosongkan otak dan santaikan diri plus pasrah bongkokan (alias pasrah 100%).

DSC04961

Saya tidak berpikir lagi apakah si tukang ojek itu akan berlaku jahat atau tidak, yang penting saya ingin bebaskan diri dari semua rasa iri, dengki dan kawan-kawannya khususnya terhadap para traveller. Karena saya hanya seorang pendendam yang sombong namun belum berani bertindak apa-apa. Apa yang terjadi kemudian? Tanpa sadar saya terbawa ke berbagai tempat di sekitar Banten Lama yang sangat menarik, sejak dari Masjid Agung Banten Lama dimana saya tanpa sengaja terikut masuk rombongan peziarah di Makan Sultan Hasanuddin, sampai dibawa ke Tasikardi, sebuah telaga yang konon menjadi tempat pembuangan para wanita yang hamil di luar nikah dan menara masjid yang juga jadi simbol propinsi Banten ini salah satu bahan bakunya diambil dari lumpur Tasikardi.

Tanpa sengaja pula, saya dapat menyaksikan tradisi Muludan khas sana dan yang paling berharga adalah…saya dapat mendengarkan secara langsung bagaimana Bahasa Jawa Banten dialek Kasemen dituturkan. Sumpah, sangat berbeda dengan bahasa Jawa umumnya, meskipun masih banyak persamaannya (yang mungkin saya bahas di bagian lain).  Saya seperti merasa hidup kembali, dan baru sadar kalau sebenarnya saya ini cuma seorang pendendam nan sombong. Saya ingin pergi ke sana…kesini..kesinu namun tidak juga terwujud. Uniknya lagi, saya sering tanpa sengaja menemukan kejadian-kejadian menarik seperti festival, tradisi dan bahasa. Sayapun sempat mengenal lebih dekat dengan tukang ojek langganan saya, termasuk keluarganya. Hanya, saya tidak tega kalau mengekspos kisahnya kesini…biar saja itu menjadi pengalaman pribadi yang akan memperkaya hidup.

Tiba-tiba dari perjalanan itu saya menemukan kalau diri saya bisa menjadi pendendam sombong dalam wujud lain. Saya tak akan merencanakan pergi kemana sebagaimana yang lain, karena pada dasarnya sifat dasar saya sangat spontan dan berpikir ces pleng. Perjalanan ke Banten Lama ini juga kembali memompa semangat saya untuk bekerja lebih giat dan mempersiapkan perjalanan tak terduga berikutnya.

Saya hanya seorang pendendam yang sombong dimana saya ingin wujudkan impian saya meskipun dengan perjalanan tak terduga dan terencana.  Tanpa perlu lagi merasa iri dengan yang lain, karena semuanya punya keunikan. Keseragaman? hell no!

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveway Kolaborasi : Apa Impianmu?

giveaway-kolaborasi-banner-ii21

Hasil kontemplasi saya di Daily Prompt, semoga manfaat kendati dalam bahasa Inggris

24 Komentar

Filed under Bahasa, Kisah, Lomba Blog

24 responses to “Giveaway Kolaborasi : Pendendam Yang Sombong

  1. Mantab pak…Semoga sukses dengan GA nya..😀
    Bukankah segala sesuatu sudah rencana Tuhan, begitupun dengan Impian perjalanan-perjalanan tak terencana lainnya yang akan segera menyusul…

    Salam kenal dari bumi cikarang pak…

  2. Saya juga Mas. Awalnya merasa panas dalam kalo lihat traveller – blogger ituh. Tapi kemudian saya mikir, Alhamdulillaah, gak keluar duit sudah tahu cerita di sana gimana dan dapet foto-foto terbaiknya. Jadi InsyaAllah kalo ada rejeki saya akan bisa ke sana. Gitu deh. Hehehe.
    Sukses Mas..😀

    • Sama-sama..ternyata kita sama kalau soal itu. Hehehehe…lihat via cerita dan foto aja udah seneng, apalagi bisa merasakan langsung dan menemukan lagi yang luput diekspos.
      Memang ada manfaatnya juga, tapi soal harga..saya gak percaya dengan traveller, karena tarif2nya bisa berfluktuasi. Hahahahaa..

      Salam kenal.🙂

  3. Ojo sombong mengko dadi balane setan.

    Ada kosa kata baru ya: “sekali sekala” ?

  4. Sukses GA nya…sombong2 dikit gak apa lah mas, masa orang2 aja yg boleh sombong hehehe..

  5. Leluhur saya tuh.. Terimakasih ya sudah ikut meramaikan GA ini.

  6. Ina

    ah nggak sombong lah…. biasa.
    saya jarang kemana-mana tapi selalu ngiri ngliatin traveller. ngiri tapi nggak ngapa-ngapain. hehehe…

  7. wah,,, keren.. keren… impiannya,,,
    saya pernah juga ke situs-situs di Banten lho…
    ke Baduy juga pernah.. hhhe
    dendam gak?? hehe

  8. Ping-balik: Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu? | Gusti 'ajo' Ramli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s