(Puisi Malam/Evening Poem) : Ketika Ramadan Segera Pergi/ When Ramazan will go


Ketika Ramadan segera pergi
Bermacam sambutan yang dia terima
Kegembiraan karna tak lagi berpuasa
Juga
Kesedihan karna bulan berkah itu pergi
Kala semangat beribadah kian menggebu
Orang sibuk dengan dunianya
Belanja sana-sini, hamburkan uang dengan gembira
Setelah menerima segepok dana untuk berlebaran
Ramai yang lena dengan gemerlap dunia di Hari Raya
Hingga terlupa dengan makna hakiki Ramadan sendiri
Hanya seuntai nafas yang terhela
Mengharapkan berjumpa sekali lagi dengan Ramadan
Semoga…
Meskipun dalam diam…
Belum dapat melaksanakan amalan dengan paripurna
Aku tak sanggup melepas bulan berkah makrifat ini.
Juntai-juntai doa selalu terucap
Agar kita dapat bersama lagi
Mereguk sebanyak-banyaknya rahmat Illahi yang berganda

Hanya di bulanmu…
Dan mohon ampunkan dosaku…
Sampaikan kepada-Nya wahai Ramadan

 

Bambang Priantono
1 Agustus 2013

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Menggenggam Ramadhan dengan do’a

  2. danirachmat says:

    sedih bacanya. Puisinya bagus Mas.. 🙂

    1. terima kasih..
      Rasanya belum apa2..masih bolong2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s