(Flash Fiction of the Day) : NEKROPOLIS (2)


Berdasarkan permintaan seseorang, maka cerita yang seharusnya fiksi kilat ini dengan ‘berat hati’ harus saya lanjutkan. Sambungan dari sebelumnya. “Arkha!!!!!” tiba-tiba Asha terhentak dari ranjangnya. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Wajahnya yang cantik itu memucat. Suasana kamarnya sangat hening. Tapi hening yang dirasakannya bukan keheningan biasa. Tidak ada suara nyanyian jangkrik yang biasa menemani. Mencekam,…