(Catatan) : Wisata Banjir Hari Ini


ImageSetiap musim hujan, banjir selalu menjadi bahan cerita yang paling populer. Keluhan seputar banjir selalu cetar membahana (kata Syahrini), mulai dari obrolan di alam nyata sampai di aneka status/kicauan di alam maya sana. Banjir membawa makna yang berbeda bagi setiap orang. Entah sebagai gangguan kecil yang menghambat aktivitas keseharian, seperti kalau kita sedang berkendara dan harus melewati daerah berbanjir kemudian kendaraan kita mogok tepat ditengah banjir. Atau juga sebagai bencana besar yang mengakibatkan kita harus mengungsi dan terkadang memakan korban jiwa.

Image

Kota Semarang, sebagaimana kota-kota besar lainnya masuk kategori rawan banjir. Terlebih posisi kota bawah (Semarang terbagi dua wilayah, kota atas dan bawah) yang berada dibawah lautan, potensi banjir itu jadi dua, baik dari mampetnya saluran air maupun kiriman dari lautan alias rob. Saking seringnya banjir, sampai-sampai kota Semarang populer dalam lagu Jangkrik Genggong yang dilantunkan Waljinah. Bait Semarang Kaline Banjir sudah begitu melekat, bahkan kalau saya bertemu kenalan baru dan menyebut saya berdomisili di Semarang, sontak rekan tadi akan berkata : Oo, Semarang kaline banjir ya? Kalau sudah begitu saya cuma mesem ngguyu.

Image

Yang saya bayangkan, Semarang kan tidak punya sungai besar. Saya ingatnya malah ada Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Mungkin saya perlu blusukan lebih dalam lagi agar bisa hapal nama-nama kali di Kota Semarang yang secara plesetan kadang disebut kota Katropolitan ini. Soal banjir, memang Semarang juga termasuk dalam kawasan itu. Beberapa titik yang bila hujan deras sekali pasti banjir juga lumayan banyak, contoh saja Kawasan Simpang Lima, Kota Lama, Bubakan, sampai kawasan Jalan Majapahit. Pendeknya sering merata, khususnya kawasan kota bawah.

 Image

Sabtu ini kebetulan saya ketamuan sobat yang sudah seperti saudara sendiri. Saat menjemput dia pukul 20.00 WIB hari Jumat (22 Februari), hujan turun dengan sangat lebat. Saking lebatnya sampai kami harus berteduh di Halte SMA 5. Tapi baru beberapa saat duduk disana, petugas halte menyuruh kami pergi, sementara payung hanya satu dan itu kecil sekali ukurannya. Kami dengan berhujan-hujanpun berteduh di warung nasi goreng didepan Paragon sampai kira-kira pukul 23.00 WIB. Hujan begitu deras, bonus angin. Saya sampai berpikir…apa ini dampak Cap Go Meh? Kata sobat tadi malah Cap Je Mek…hahahahaha. Yang jelas, kami baru sampai ke kost-kostan menjelang tengah malam.

Sebenarnya ada rencana pergi bersama komunitas blusukan. Cuma berhubung kondisi sedang hujan dan menurut informasi beberapa titik di kota lama banjir, maka acara diundur pada minggu berikutnya. Sekitar pukul 8.00 WIB, saya dan sobat keluar rumah untuk menuju kawasan Pecinan. Tujuan awalnya adalah Klenteng Tay Kak Sie yang lebih dikenal dengan Klenteng Gang Lombok. Bagian depan Klenteng dipenuhi Lumpur, mungkin semalam banjir, dan bagian dalam Klentengpun sedang dibersihkan. Kawasan ini sih tidak heran kalau banjir, karena sungai kecil didepannya sangat dangkal dan kotor. Kami tidak lama berada disitu, dan kemudian melanjutkan lagi perjalanan ke arah Kota Lama.

Kawasan Jalan Pekojan juga terlihat becek, suasana sangat ramai karena banyak aktivitas meski cuaca nampak mendung. Tapi perjalanan sebenarnya justru ketika kami berjalan ke arah Kota Lama. Perempatan dari Pekojan sudah menggambarkan suasana itu. Ada truk mogok dan sedang diperbaiki, kemudian saya dan sobat menyaksikan banyaknya sepeda motor yang mogok plus banyak tukang servis motor dadakan yang memanfaatkan momen itu. Suasananya sangat dramatis, dan tentunya tidak lupa jepret-jepret suasana tersebut.

Makin ke arah Gereja Blenduk, genangan air kian nampak dan benar saja..kawasan Kota Lama banjir hingga sebatas betis. Banyak sekali sepeda motor yang mogok dan diperbaiki didepan gedung Marba. Sementara saya lihat juga genangan air tampak tinggi di dekat Polres Semarang Utara, belakang gedung Spiegel. Suasananya sangat dramatis, karena banyak sekali motor yang mogok. Siwil Art, tempat kenalan saya juga tutup, mungkin karena kebanjiran sehingga tidak bisa datang.

Setelah beberapa saat disitu, dan melihat suasana Kota Lama yang banjir, kami pergi ke arah Bubakan. Ternyata di Bubakanpun banjirnya jauh lebih parah. Bahkan di Bundaran Bubakan yang dulunya jadi terminal, banjir sampai mencapai batas lutut dan di titik tertentu nyaris mendekati pantat. Kami melihat banyak orang yang kerepotan, dari yang motornya mogok, sampai anak-anak sekolah yang melewati genangan air dan sebagian naik becak agar tidak kena air. Kami juga berjalan melintasi banjir dan jadilah wisata banjir Semarang buat teman saya. Memang cuacanya sedang tidak bersahabat, tidak menentu dan sering hujan angin.

 

Genangan air bercampur oli kami rasakan saat berjalan menuju Jalan Ronggowarsito, kemungkinan besar dari motor-motor yang mogok tadi. Licin sekali, dan kamipun harus melewati sampah-sampah yang menggenang, termasuk bangkai belalang (masih untung bukan tikus atau ular). Dan kalau dipikir-pikir memang lucu juga pengalaman kali ini. Sobat saya ini datang ke Semarang mau refreshing, eh malah harus ‘menikmati’ wisata banjir yang sedemikian rupa. Alhamdulillah masih belum mencapai 3 meter. Wong banjir 10 cm saja sudah menyusahkan, bagaimana kalau sampai 1 meter ke atas? Apa harus Semarang kaline banjir ini terus dikumandangkan? Memang mengatasi masalah banjir ini bak mengurai benang kusut. Sulit, tapi harus terus diusahakan. Tak hanya melibatkan pemerintah setempat, namun juga kesadaran warganya sendiri dalam menjaga lingkungannya agar tidak kebanjiran.

Seru, tapi juga bikin gatal-gatal dan prihatin.

Bambang Priantono

24 Februari 2013

6 Komentar

Filed under Foto, Perjalanan, Semarang, Uncategorized

6 responses to “(Catatan) : Wisata Banjir Hari Ini

  1. tempat kos kena banjir tidak?
    itu di tawang stasiun udah setengah tiang banjirnya.. kereta ga ada yang lewat ya..

  2. ternyata gak cm jakarta aja yg banjir, di Semarang daerah resapan airnya jg udah dibantai ya mas?
    hiiii gak kebayang air banjir kecampur oli…

  3. Pakai perahu karet tidak cak?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s