(Post of a Day) : From Semarang with ‘Pamer Kertas Djadoel’ – This was Our Language (3)


These are some of Indonesian advertisements during Colonial era. I think those are from 1920s or 1930s. I can tell it from the structure which represented Low Malay variant and lot of Dutch loanwords you can find there…Those old advertisements do not belong to me, but the collectors, I just took the pictures and share to the others. From these pictures, we can learn more about our own history. Either bitter or sweet it is.

 Image

 

Current Bahasa :

Kecerdikan seekor anjing terletak pada hidungnya yang tajam. Tetapi, kepandaian kita terletak pada pemikiran yang matang.

Pikir dahulu bila hendak membeli suatu barang, untuk sepeda, hanya satu yang bisa dipilih..”GOLDEN SUNBEAM”, karena akan memberi lebih dari yang kita bayarkan.

 Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi langsung di :

 MINIATURE WAREHOUSE, PANDEAN 88 SEMARANG

Image 

 

Current Bahasa :

Aneka makanan yang diproduksi pabrik ini seluruhnya menggunakan mesin. Dijamin enak rasanya dan higienis.

 Tahu, Tauco, Kecap, Minyak Kelapa, Kerupuk Tahu, Kerupuk Ikan Palembang, Tepung Beras, Tepung Hunkue, dan aneka macam manisan buah kering.

Silakan mencoba, dijamin anda puas

 Diskon khusus bila ingin dijual lagi.

 

 Image

Current Bahasa :

Tembakau ini diproduksi oleh pabrik SIEN HOO TIEN di Semarang (Jawa). Mutu dan rasanya terjamin, karena terbuat dari bahan-bahan pilihan.

Silakan anda coba, ditanggung anda tak akan menyesal dan pasti mendapat keuntungan yang bagus. Bila anda ingin menjual dengan merek ini, pastikan jangan sampai keliru dengan merek lainnya.

 

 Bambang Priantono

19 Februari 2013

 

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. mbaktyas says:

    Aku nonton cak nono diwawancara neng tivi hehe. Sayang banget iku kertas2e mung neng pinggir ndalan gitu ya pamerane.

    1. Tapi justru itu yg membumi…aku cuma pengunjung kok. Hehehehee…pamerannya di toko antik

  2. gambarpacul says:

    sampejan itoe dapet darimanah Tjak?

    1. Saia ikoet communiteit kota lama..itoe sala satoe dari poenja diorang

  3. fauziyah junid says:

    kalau org Belanda begitu ya gaya penuturannya?(cuba bayangkan…)

    1. Itu ejaan…dulu kami ikut ejaan Belanda sampai 1947. Jelas sudah berbeda dg di Semenanjung kondisinya.

  4. mbaktyas says:

    eh, bener kan sing pas diwawancarai mbek tivi itu cak nono? 🙂

    1. Aku yo dikandani koncoku kok…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s