(Flash Fiction of the Day) : NEKROPOLIS


“Kamu mau bawa aku kemana?” tanya Asha ketika Arkha menggamit tangannya.

Arkha hanya diam seribu bahasa. Asha sendiri mendapati dirinya telah memakai pakaian yang terbagus. Paling bagus dari yang dia dapatkan selama hidupnya.

“Kha, kau mau ajak aku kemana?” kembali pertanyaan itu terluncur dari bibir Asha yang tipis namun manis itu.

Arkha lagi-lagi membisu. Tiada sepatah katapun yang terucap. Hanya bila dilihat, wajahnya seperti tanpa ekspresi, hanya datar dan dingin, sedingin cuaca yang dirasakan Asha saat ini.

Dia tidak menanggapi pertanyaan bernada protes yang diajukan Asha, dia terus saja berjalan sambil memegang tangan Asha yang tidak mengerti akan dibawa kemana.

“Arkha? Arkha?” Asha terus bertanya

Hening…suasana kian mencekam. Kabut tiba-tiba turun seiring dengan gelap yang makin memekat.

Tiba-tiba, Asha dan Arkha sudah berada disebuah gerbang yang sangat besar. Hitam, angker dan dibalik gerbang itu seperti tumpukan-tumpukan batu yang bersusun berimpitan, warnanyapun tak kalah gelap, bersusun dan berjajar hingga membentuk seperti bangunan pemukiman. Namun sepi dan hanya angin berdesir yang membuat bulu kuduk siapapun berdiri. Kosong, hampa dan entah apa lagi yang dirasakan Asha.

Pintu gerbang itu terbuka dengan suara yang sangat keras.

Arkha melepas gandengan tangannya dan berjalan perlahan sekali memasuki pintu gerbang yang terbuka dengan lebar itu. Asha seperti terpaku di tempatnya dan…

“Kha? Kau kenapa Arkha? Kenapa memasuki gerbang itu?”

Arkha menoleh. Wajahnya pucat bak kertas, dan hanya berkata.

“Terima kasih, telah mengantarku sampai disini.”

Sekejap, terdengar suara tawa membahana. Bersahut-sahutan dari susunan bebatuan yang menyerupai pemukiman itu. Tawa itu bukan tawa manusia.

Bambang Priantono

23 Januari 2013

04.10-04.30 WIB

18 Comments Add yours

  1. fauziyah junid says:

    perlu sambungannya nih…hehehe

  2. krik.. krik.. kriik..
    mak prindiing.. hehehe

  3. ryan says:

    beuh… merinding pas akhirnya…
    masih diri nih mas bulu kuduk saya…

    1. Itu aslinya mau aku lanjutin lho…

      1. ryan says:

        ayo dong lanjutkan. 😀

      2. sabar ya…masih ada lanjutannya.

      3. Terima kasih lho, tiba2 jadi pengen buat lanjutannya.

  4. nengwie says:

    Tawa bukan tawa manusia kaya apa sih mas?:D
    Ini pada takut, ko saya malah lempeng yah? Apa imajjnasi saya tumpul? Hehehe

    1. Gunakan imajinasi

      *niru gaya spongebob*

      1. nengwie says:

        Hehehe… Sama si Petrik waktu di karton bukan? 😀

      2. Iya..yang keluar pelanginya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s