(FlashFiction 2) : SMS


Malam, apa kabarmu?

Kuhantar SMS itu sebagai pembuka komunikasi dengan seseorang. Seseorang yang begitu kusukai sejak lama. Hanya berbincang beberapa kali saja sudah senang rasa hati ini.

Namun sayangnya…hanya bisu yang kuterima. Aku hanya berpikir positif saja, apakah dia sibuk, ataukah kehabisan pulsa sehingga tidak sempat membalas pesan singkat demi pesan singkat yang kuhantarkan.

Kucoba lagi, hari ke hari hanya sekadar menanyakan kabar. Yang dulu selalu berbincang dan berbagi kisah setiap selesai bekerja atau disela-sela, dan perlahan aku mulai menumbuhkan rasa padanya. Setelah berpisah raga, entah mengapa akhirnya jarak itu makin lama semakin membesar.

Kucoba dengan jembatan itu…SMS yang hanya berujung sepi. Padahal selalu ada menu ‘sent’.

Hanya bisu yang kuterima. Tanpa ada jawaban yang pasti meski hanya sekedar bertanya kabar.

Aku sudah lupa kapan terakhir kali kau membalas SMSku sejak kita berpisah karena keadaan dulu. Sekali lagi, hanya bisu yang kuterima. Tanpa aku tahu apa salahku, sehingga dia mendiamkanku dan tanpa kusempat bertanya. Ah, apa ini realita…tenggelam dalam dunianya sendiri?

“Halo, apa kabarmu?” tetap tiada jawaban, hingga akhirnya kuputuskan untuk melupakanmu. Kuhapus nomormu dari layar ponselku, dan kupendam semuanya dalam-dalam karena akupun menemukan lagi yang lain.

Hingga berbulan-bulan kemudian, saat aku akan terpejam. Layar ponselku berbunyi. Ada pesan terpampang disana. Nomor itu…aku masih ingat, meski telah lama kuhapus.

“Apa kabar? Kamu baik-baik saja?”

Aku tak tahu harus menjawab apa. Kupandangi saja SMS itu, lama sekali..hingga akhirnya. Aku hanya menjawab.

“Maaf, anda siapa?”

 

Bambang Priantono

22 Januari 2013

03.15 WIB

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. tiarrahman says:

    Nomor itu…aku masih ingat, meski telah lama kuhapus.
    ====
    kayaknya kurang pas jika bertanya .. anda siapa?

    Lebih bagus..
    Nomor itu rasanya aku kenal, aku harus menggali dalam-dalam memoriku untuk mengingatnya dst dst..

    1. Sebenarnya itu memang kesengajaan kok…karena kesal dan kecewa dengan yg bersangkutan.

      Matur nuwun buat apresiasinya…

  2. wihiii.. balas dendam.. ethok2 ga reti.. hihi

  3. Haryo Wicaksono says:

    wahh,, koyok aku kuwi.. nomernya sudah dihapus, tapi masih apal.. hahaa :p

    1. Gak usah dieling wis sing iku

  4. fauziyah junid says:

    kadangkala perlu berserah kepadaNya..dia boleh datang dan pergi..bersangka baik sahaja..jadi tiada rasa sakit..

    1. Ya, memang lebih baik diikhlaskan

  5. fauziyah junid says:

    eh…mgp wordpress begitu..sdh jam 3.53am…23.1.13..

  6. thebimz says:

    kenapa ga ditelpon? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s