(Flash Fiction) : Mengubur MF


MF itu seseorang yang sangat berarti. Soni telah mengenalnya sejak kali pertama di sebuah kelas bahasa yang diikutinya. Sosoknya sangat baik, namun dia tidak mau menyebut nama aslinya.

“Panggil saja aku MF. Itu nama julukanku.” Katanya saat mengulurkan tangan pertama kali.

“Aku Soni.” Jawab Soni dengan senyum yang aneh. Entah mengapa dia langsung merasa cocok dengan MF.

Waktu demi waktu kemudian Soni dan MF selalu bersama. Baik di kelas bahasa, di mall, di rumah masing-masing ataupun di alam maya. Bahkan mereka menghabiskan masa diseberang sana, dalam rumpi mayanya.

Tapi sayangnya, rasa yang dikembangkan Soni itu bertumbuh menjadi hal yang berbeda. Rasa yang tidak boleh subur, dikekang, tanpa berkesempatan untuk membesar meski sebenarnya kian lama kian meliar. Rasa yang hanya bisa dipendam Soni sendiri, terlebih kala MF selalu membincangkan tentang hubungannya dengan wanita-wanita, meski juga selalu gagal. Dan dia dengan bangganya kini bercerita kalau dia sekarang sudah punya kekasih yang akan segera dilamarnya dalam waktu dekat.

Stigma….kehilangan….dianggap sampah. Itu yang ditakutkan Soni.

“Kamu tak pernah cerita tentang pacarmu, Son.” Kata MF suatu malam. Soni hanya tercekat diam. Mulutnya terkunci, tergantikan seulas senyum getir.

“Apakah itu juga penting buatmu, eF?” Soni membalikkan pertanyaan itu. Dia tak sanggup berkata kalau sebenarnya….dia menaruh harapan pada MF, meski itu salah besar. Bukan pada tempatnya bahkan terlarang.

“Ini tidak benar!” Soni tiba-tiba berdiri. Meninggalkan MF dengan hati yang rapuh. Dia tidak ingin MF mengetahui apa yang ada dalam jiwanya. Bahkan saat MF mengundangnya beberapa bulan kemudian, Soni tidak datang. Dia memilih hilang.

Di halaman kosong yang jauh dari rumahnya. Soni menggali tanah sedalam dua meter, ditangannya ada selembar kertas dan foto. Foto MF..dan namanya tertera disitu.

Soni terdiam sejenak menahan rasa remuk redam dihatinya. Dikuburnya foto dan kertas itu dan kemudian diinjak-injaknya hingga tak berbekas.

“Selamat tinggal MF. Maaf aku harus menguburmu disini untuk selamanya.” Gumam Soni, diiringi hembusan angin dan gelapnya malam. Tanpa bunga, tanpa doa.

Semarang, 19 Januari 2013

4 Komentar

Filed under Bahasa, fiksi, flash fiction, Sastra

4 responses to “(Flash Fiction) : Mengubur MF

  1. RY

    Kok si MF dikubur to, ntar dia bangkit dari kubur lho Mas ….

    *kok jadi horor ya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s