(Tulisan Pertama 2013) : Permen Winston dan Davos….Yang Segar dari Jaman Dulu


DSC00014Hampir setiap orang saya yakin menyukai permen pedas. Rasa mint atau menthol yang menyegarkan mulut sekaligus menambah kepercayaan diri dalam pergaulan. Paling tidak diantara sekian banyak permen yang dibawa, pasti ada sebagian yang terdiri dari permen pedas, apapun mereknya. Apa itu menthol, mint, barley mint, strawberry mint, licorice dan..yah kira-kira sendiri lah.

Berapapun merek permen yang pernah singgah atau rutin masuk rongga mulut saya, masih ada dua jenis merek permen yang selalu saya sukai. Dua permen pedas ini favorit para kakek dan nenek tempo doeloe. Winston dan Davos….dua permen pedas jadul yang sampai sekarang masih diproduksi dan dapat dijumpai di berbagai toko dari kelontong hingga sebagian swalayan. Bersaing dengan produk-produk permen pedas yang sejenis dan kemasannya sudah canggih.

Permen Winston sudah saya kenal sejak masih kecil. Dari SD sampai SMA saya suka sekali mengudap permen satu ini. Minimal dua lah di kantong saya. Malah suka sekali nagih, ibaratnya permen merek Winston ini sudah jadi candu….bahkan sampai pada level tiada permen itu rasanya percaya diri menguap entah kemana (padahal sudah sikat gigi sampai bersih lho). Setiap hari, selalu ada permen winston di kantung saya. Waktu itu ukurannya masih sama dengan permen Davos sekarang.

Saking doyannya saya dengan permen Winston, sampai-sampai saya ditakut-takuti teman saya. Katanya kalau kebanyakan makan permen pedas bakal mandul. Saya awalnya agak takut dengan kata-kata mereka, tapi kalau dipikir apa korelasinya antara suka permen pedas dengan kemandulan (hahahahah). Dan yang terparah adalah ketika guru akuntansi saya (yang juga kepala koperasi sekolah di SMA) masuk ke kelas, beliau selalu menggoda saya dengan cara begini

Guru : Mbang

Saya : Ya Bu?

Guru : kamu dapat salam

Saya : Dari siapa bu?

Guru : Dari WInston! (diiringi suara teman-teman yang tertawa di kelas dan jelas bikin saya tengsin berat)

Sempat waktu itu saya dapat julukan ‘Winston’. Menurut saya permen ini enak sekali, manisnya pas..nggak lebay (maaf bukan ngiklan lho). Hanya sayang permen Winston yang hanya beredar di Malang dan sekitarnya ini sudah jarang-jarang ditemui. Ibu saya sempat belikan saya 2 buah, karena di warung sudah jarang dan harganya kisaran 1000 per buah. Sama persis dengan Davos. Rasanyapun tidak banyak berubah, segar dan serasa kembali melemparkan saya ke kenangan jaman kecil dan SMA dulu.

Di Jawa Tengah sini juga ada permen sejenis, hanya ukurannya sedikit lebih besar dibanding Winston. DAVOS yang diproduksi di Purbalingga ini juga sangat saya sukai, disamping rasanya yang mirip dengan Winston. Permen semacam ini harus bersaing dengan permen-permen moderen yang diiklankan gede-gedean di berbagai media. Keduanya? tidak! Tapi setidaknya masih ada yang jual aja sudah cukup kok. DAVOS masih mendingan, karena juga ada versi yang mirip dengan permen-permen umumnya meski yang versi original terus ada.

Yang segar dari jaman dulu…..itulah Winston dan Davos

Bambang Priantono

1 Januari 2013

Advertisements

25 Comments Add yours

  1. Julie Utami says:

    Saya tahunya ya cuma Davos yang di Jawa Barat nggak ada. Di tempat kami sini adanya Miami yang sudah puluhan tahun juga nggak ada.

    Selamat tahun baru nak, sukses selalu!

    1. Makasih Tan..semoga njenengan lekas sehat kembali dan terus berkarya..:)

  2. ibuseno says:

    Davos..ini permen alm eyangnya Seno, tiap ke Jogja a selalu beli permen ini.. di Jakarta koq gak nemu ya

    1. Mungkin pangsa pasarnya cuma sampe Jateng-DIY Teh…hehehehe

  3. Iki seangkatan karo permen Menthos

    1. Cuma nek sing Winston ambek Davos kethoke luwih ndisiki si

      1. Aku lek Davos malah durung pernah eruh

      2. Nang Jateng-DIY enggone..pabrike nang Purbalingga kono

  4. pernah liat pembuatan davos… (tapi di tipi)
    masih tradisional, gak banyak pake mesin2 pabrik
    banyak pake tenaga manusia

    nek winston…. belum pernah nemu, mas

    1. Onoke cuma ning Jawa Timur, utamane Malang

  5. cindycyrilia says:

    baru tau ada permen ini.. 😀

    1. O ya? hehehehhe…mau nyoba?

  6. RY says:

    Aku kok gak pernah makan permen ini ya. Paling banter ya Mentos atau Miami ….. hehehhe

    1. Oooo…pas ke Jateng coba cari deh permen DAVOS

      1. RY says:

        Sekarang masih ada po Mas ??

      2. Jangan salah…masih banyak tuh di warung2

      3. RY says:

        Hehehehe kirain udah tertelan jaman

      4. Nggak…Coba deh lebih telaten

  7. Ilham Pramono says:

    Mas Bambang, sama saya juga senang dengan kedua permen tersebut, dulu nek numpak sepur opo Bis antar kota mesti sangu permen davos. Davos blm pernah dapat di Bandung tapi hari minggu kemarin saya ke cilegon ada yang jual jadi tak borong satu Pack. winston wis suwe ora nemu

    1. Iya, kalau cari permen itu rasanya gimana gitu. Sudah langka soalnya.

  8. singgih says:

    Ada yang jual di Pasar Modern BSD City, Blok K51, Kedai Kopi & Kue (Coffee 5)

  9. Hendri Lions says:

    Kl mau pesan gmn mau hub sapa y nomer tlp brp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s