(Catatan Akhir Tahun) : BOXING DAY


Boxing day bukan berarti hari bertinju atau satu sama lain saling tinju-tinjuan (kalau konteksnya itu sih jadi bonyok’s day dong). Menurut yang saya pahami boxing day biasanya berlangsung sehari setelah perayaan Natal tanggal 25 Desember. Namun bagi sebagian penduduk bumi, boxing day ini juga akan dikenang sebagai tanggal dimana kejadian mengerikan menimpa mereka.

Ketika saya menyaksikan rekaman-rekaman tsunami 2004 yang jatuh tepat tanggal 26 Desember itu, saya serasa terhenyak dan membayangkan kembali bagaimana orang-orang berlarian kesana kemari menyelamatkan diri dari kejaran ombak berkecepatan 600 km per jam setelah 40 menit sebelumnya diguncang gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter pada pukul 8 pagi kala masyarakat sedang beraktivitas atau bersantai ria di hari Minggu. Tanggal 26 Desember kemarin adalah peringatan 8 tahun bencana tsunami yang korban terbesarnya berada di Indonesia (yang paling dekat dengan pusat gempa). Bendera-bendera dikibarkan setengah tiang, dzikir dan lantunan doa dipanjatkan bagi korban baik yang sudah ditemukan dan dimakamkan, maupun yang tak pernah ditemukan entah dimana.

Saya membayangkan orang-orang yang kehilangan anggota keluarganya, baik sebagian ataupun tinggal sebatang kara karena seluruh anggotanya habis. Harta benda yang binasa, serta struktur wilayah yang berubah drastis, dan trauma yang perlu waktu untuk menyembuhkannya. Bencana tidak bisa diduga kedatangannya, dan seperti orang-orang yang meramalkan kedatangan kiamat, sebenarnya bagi saya pribadi sama dengan mendahului kehendak Tuhan karena kedatangannya sendiri tak dapat diramalkan.

Memang dalam banyak hal manusia dikaruniai rasa ingin tahu yang sangat besar, termasuk diantaranya kapan hari kiamat terjadi. Namun demikian sama dengan jodoh, rejeki dan kematian….kiamat tidak bisa diramalkan. Banyak yang kuatir dan heboh apalagi tanggal kiamat yang berubah-ubah, dari tanggal 12 Desember 2012 menjadi 21 Desember 2012 dan entah besok siapa lagi yang mau meramalkan…Wallahualam dah. Terserah anda  mau yakin atau tidak, percaya atau tidak.

26 Desember kemarin sebaiknya menjadi hari renungan bagi semuanya, karena bencana tidak dapat diprediksi. Kita hanya bisa waspada dengan membaca tanda-tanda yang diberikan oleh alam itu sendiri. Seperti kearifan lokal yang diwariskan turun temurun oleh masyarakat Pulau Simeulue, Aceh dengan sebutan ‘Smong 07’ yang didasarkan kejadian tsunami besar yang menimpa pulau itu tahun 1907 dan menjadi penyelamat bagi masyarakat Simeulue yang hanya kehilangan 7 orang warganya saat tsunami melanda 2004. Mereka selamat, karena tradisi itu dan seharusnya kita makin sadar dengan tanda-tanda alam disekitar kita.

Semoga dengan peringatan sewindu tsunami kemarin, kita semua mendapatkan hikmah karena bencana sewaktu-waktu dapat menghancurkan kita semua, terlebih bila kita melalaikan kewajiban kita sebagai manusia di muka bumi.

Bambang Priantono

28 Desember 2012

8 Komentar

Filed under Catatan, Opini, Uncategorized

8 responses to “(Catatan Akhir Tahun) : BOXING DAY

  1. tinju2an sikut2an rebutan barang murah yak e mbang

  2. Kejadian tsunami di Pulau Simeulue, Aceh malah aku baru tahu. Mestinya bisa jadi pelajaran yo.

  3. Hmz,musibah. .
    Mga mrka yg jd korban tnang di alam sana!

  4. tradisi boxing day disini, orang pada bela-belain antri nunggu toko buka demi diskonan, begitu toko buka, ambyur rebutan barang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s