(Sentilan Sentiling) : ALS IK NEDERLANDER WAS….


ImageDibalik penyelenggaraan Koloniale Toonstelling alias Sentiling, ternyata ada kisah yang cukup kontroversial didalamnya. Selain penyelenggaraan kemerdekaan ke-100 yang dirayakan justru di tanah jajahan, juga muncul kritik dari Soewardi Soerjaningrat atau KH Dewantara yang menuliskannya dalam judul ALS IK NEDERLANDER WAS…

Memang di buku-buku sejarah dituliskan tentang hal tersebut, namun apa yang sebenarnya disindir oleh Ki Hajar Dewantara sendiri tidak banyak yang diungkapkan. Entah karena terlalu kecil atau bagaimana, saya sendiri tidak tahu. Yang jelas kegiatannya dianggap meresahkan pemerintah kolonial sehingga beliau dibuang ke Belanda antara tahun 1913 hingga 1919.

Salah satu petikan tulisannya yang memerahkan telinga Belanda saat itu adalah ini

ALS IK NEDERLANDER WAS, ZOU IK DAN OOK GEEN ONAFHANDELIJKHEID FEEST VIEREN IN EEN LAND WAAR WIJ HET VOLK ZIJN ONAFHANDELIJKHEID ONTHOUDEN.

Yang artinya lebih kurang : Seandainya saya seorang Belanda, saya tidak akan merayakan kemerdekaan saya di negeri dimana kemerdekaan rakyatnya justru saya rampas.

Tulisan ini lebih kurang menyindir rencana pemerintah Belanda yang akan menyelenggarakan perayaan kemerdekaan ke-100 tahun atas Perancis dalam bentuk Koloniale Toonstelling yang diadakan di Semarang. Gugatan atas perayaan itulah yang akhirnya mungkin menjadikan penyelenggaraannya tertunda selama satu tahun, disamping gejolak politik yang terjadi di Hindia Belanda pada masa itu. Dan baru pada bulan Agustus 1914 bisa diselenggarakan.

Hikmahnya menurut saya pribadi adalah, ketika yang lain menderita seharusnyalah kita prihatin, bukannya malah bersenang-senang diatas penderitaan mereka. Namun memang gugatan itu tidak salah, sebagai wujud perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa.

Gugatan Ki Hajar Dewantara ini juga menjadi bagian dari sejarah Koloniale Toonstelling Semarang dan seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua.

Jangan sesekali melupakan sejarah.

Bersambung

8 Comments Add yours

  1. Julie Utami says:

    “ketika yang lain menderita seharusnyalah kita prihatin,”

    Saya suka nih nak Nono. Bener begitu, jangan lha kok malah ditonton thok atau disoraki.

    1. Iya Tan….jadi inget waktu Merapi batuk2 dulu, banyak yg datang cuma bawa se kardus mie instant dan foto2 doang habis itu….wisata bencana banget.

  2. Mudah-mudahan sejarah tidak tertimbun, karena adanya komunitas ataupun individu yang tetap peduli padanya. Tidak berlebihan apabila panitia acara Koloniale Toonstelling dan bloger cak Nono diberi julukan para penyambung lidah masa lalu….

    1. eehh acara Koloniale Toonstelling berlangsung tahun 1914 yaa?? kirain ini semacam acara festival malang kembali ??

      1. Enggakk…
        Dijaman itu festival Sentiling paling besar sedunia lhoo

    2. Aamin….disini komunitasnya namanya OASE…yang perhatian dengan kota lama Semarang, dan semoga sejarahnya tidak terkubur sampai disini.

  3. henny says:

    Woh ternyata ada blognya, kemaren waktu hari pertama pameran pak bambang inilah yg jd guide saya dan temen. Waktu saya tanya tapak lokasi, bapak ini semangat sekali sampai muter lagi buat jawab pertanyaan saya hehe.
    Barangkali peristiwa ini agak terlupakan karena kesan Netherlandsentris, mengingat fakta tujuan dan pelaksana event sentiling ini adalah pemerintah kolonial dan untuk kepentingan mereka merayakan 100 tahun kemerdekaan. Konon setelah masa kemerdekaan para sejarawan berlomba-lomba untuk menulis sejarah yg lebih Indonesiasentris. Jadi (mungkin) karena hal inilah koloniale tentoonstelling agak tertimbun dengan sejarah2 lain seperti pertempuran 5 hari etc. Salut untuk komunitas OASE dan kalo boleh bilang acaranya keren.

    1. Terima kasih atas apresiasinya.
      Saya cuma bantu segitu kok…semoga bermanfaat buat semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s