(Cerita) : Kok Nggak Mati-Mati Sih?


Kemarin anak-anak sekolah tempat saya mengajar sekarang ini mendapat edaran, yang berbunyi lebih kurang seperti ini : Dikarenakan PLN akan melakukan pemadaman bergilir di daerah Gombel dan sekitarnya mulai besok (28 November 2012- hari ini) pukul 10.00 sampai dengan 15.00 WIB, dan akan mengganggu kenyamanan dalam proses belajar mengajar, maka sekolah diliburkan selama hari tersebut. Kebetulan, pada hari itu sebenarnya slot saya penuh dari pukul 07.30 sampai dengan 14.15 WIB (dipotong snack time seperempat jam dan lunch time setengah jam) dan minimal bisa membuat saya sedikit bernapas lega (maunya..hehehe).

Meskipun sekolah diliburkan, namun para guru tetap masuk karena selagi menanti listrik dipadamkan oleh PLN, maka kegiatannya adalah mengisi markbook alias buku nilai. Sayapun begitu datang ke sekolah langsung disibukkan juga dengan memasukkan nilai. Pak Kepala Sekolah sendiri menginstruksikan untuk membawa laptop bagi yang punya, agar bisa memasukkan nilainya tanpa terlalu banyak mengandalkan komputer di ruang IT.

Awalnya saya sedikit bingung ketika harus memasukkan absensi anak dalam markbook tadi. Maklum, saya masih hitungan baru 2 bulan kerja di tempat sekarang ini sehingga masih harus tanya kiri kanan. Alhamdulillah para guru di tempat kerja baru ini bersedia membantu mengajari cara memasukkan attendance list tersebut. Tapi, berhubung lembar absensinya ada di admin dan hanya satu, maka harus antri dulu dengan guru lainnya.

Dari klik nama sampai dengan absennya harus didasarkan pada mata pelajaran, sehingga agak lama prosesnya. Dari 2 mata pelajaran yang saya ajarkan (ICT dan Bahasa Indonesia), tinggal Bahasa Indonesia Grade 10 yang belum saya selesaikan karena baru tahu data lamanya di folder markbook yang disimpan di desktop komputer pusat. Tentunya dalam kondisi itu, para guru sibuk sendiri-sendiri karena mengejar tenggat.

Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Biasanya belum jam segitu saja PLN sudah melakukan pemadaman. Tapi tumben-tumbennya, sampai pukul 10.15 bahkan 10.20, listrik belum juga padam. Sampai para guru bertanya-tanya, dan berspekulasi.

“Wah, kalau pemadamannya ditunda bisa repot nih!”

“Lha pemadamannya baru besok, gimana coba?”

Saat itu saya sedang diajari Pak Wakil Kepala Sekolah cara mengimpor nama siswa dari folder markbook yang ternyata sudah ada di flashdisk langsung ikut nyeletuk saja.

“Pak, nanti kalau belum mati-mati telpon PLNnya saja.” kata saya

“Maksudnya?” ada yang bertanya

“Ya biasanya kan kita telpon PLN nanya kapan listrik dihidupkan. Kalau ini tanya aja, Mbak..kenapa listriknya gak mati-mati? Gimana sih PLN? Katanya jam 10, kok sampai sekarang belum padam-padam?”

Entah kenapa satu ruangan langsung tertawa mendengar komentar saya yang ngasal itu. Memang nggak ada ceritanya nanya kapan listriknya dimatikan. Yang ada, pasti ngomel-ngomel minta segera dihidupkan listriknya.

Dan…saat saya sedang mengimpor lagi nama siswa, tepat pukul 10.30 WIB, listrik tewas dengan sukses! Hehehehehe.

Bambang Priantono

28 November 2012

19:36 WIB

Advertisements

24 Comments Add yours

  1. Julie Utami says:

    Halah, pak guru, mung kacek sediluk ya? Hehehehe……

    But time is money, tetep iku!

    1. Hehehee..
      Tetep Tan nek iku

  2. nur4hini says:

    lho, ganti ngajar di sekolah tho cak? ketinggalan berita nih 🙂

    1. Sebuah sekolah internasional di Semarang Mbak

      1. nur4hini says:

        sukses terus yo, Cak.. 🙂

      2. Julie Utami says:

        Is it Singapore International School of Semarang, pak?

      3. Dudu Tan…Permata Bangsa International School

  3. Wiwik says:

    lha kok susah-susah to mas….
    nek pengen mati… didamu listrike
    ben mati…..

    lha wong listrik kok nunggu mati?
    ben ora mbut gawe to, mas….

    1. Ora, lha wis diumumke kan kene manut wae hehehehe

      1. Wiwik says:

        yo kan kudu inisiatip dewe…

      2. Mateni dhewe yo? wakakakaka

  4. ninasuhari says:

    Juragaaaaaaaaaaaaaannnnnn… *terussayapergilagi*

      1. ninasuhari says:

        ada oleo lasa jeluk 😀

      2. Maunya es jeyuk Ineeem

      3. ninasuhari says:

        es nya abis gan… tinggal e jeyuk nya ajah :”>

  5. He he he, kayaknya celetukan cak Nono soal minta listrik mati didengar secara batin oleh petugas PLN-nya atau mereka mungkin tiba-tiba dapat wangsit 😀

    1. Iya, pan biasa dicacimaki mereka..wekekekekekekkk

  6. umarfaisol says:

    Piye cak, enak mulang ning kono?

    1. Alhamdulillah
      Luwih sibuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s