(Renungan Banyumas) : Nama-Nama Sunda di Wilayah Banyumas


Saat menjelajah wilayah Kabupaten Banyumas ini sebenarnya saya sudah tahu cukup lama bila nama-nama daerah di kawasan ini banyak yang berbau Sunda. Tentunya orang-orang asal Jawa Barat terlebih yang berbudaya Sunda akan sedikit heran dengan banyaknya nama-nama daerah khususnya di Kabupaten Banyumas yang sama serupa dengan wilayahnya. Contohlah saya beberapa kali menemukan nama berawalan Ci yang artinya air atau sungai, kemudian Bojong, Curug hingga Ranca.

Kebetulan juga tempat yang saya kunjungi dalam libur panjang ini berawalan Ci, yakni Curug Cipendok dan Desa Cikakak, tempat dimana Masjid Saka Tunggal yang diklaim sebagai masjid tertua di Jawa itu berada. Kemungkinan dulunya Banyumas merupakan bagian dari Kerajaan Galuh Purba yang berkembang dari abad ke 1 hingga 6 Masehi, dan dari situ mungkin nama-nama berbau Sunda tertinggal disana. Sekaligus sebagai bukti kalau dulu wilayah Tatar Sunda pernah lebih luas dari sekarang.

Kononnya Sunda dan Jawa dibatasi oleh Kali Brebes (Pemali atau Cipamali) dan Kali Tajum. Dan mengingatkan akan batas wilayah antara Ciung Wanara dan Hariang Banga yang dibatasi Kali Pemali itu. Memang nama-nama berbau Sunda ini bukan hanya di Kabupaten Banyumas, namun juga di kabupaten2 sebelah barat Jawa Tengah. Tapi saya akan batasi saja dengan wilayah Kabupaten Banyumas.

Untuk nama air terjun contohnya begini

Curug Cipendok, Curug Gumawang dan Curug Ceheng

Sedangkan untuk nama sungai :

Kali Gumawang (kata Gumawang sendiri dalam bahasa Sunda artinya bersinar atau berkilap, Kali Berem (kemungkinan aslinya dulu Cibeureum), Kali Ciara di wilayah Wangon.

Nama kecamatan

Cilongok

Nama desa-desa (berdasarkan kemiripan dan bila ada koreksi silakan)

Kec.Ajibarang : Ciberung, Sawangan(?); Kec. Banyumas : Dawuan (?), Pasinggangan; Kec. Baturraden : Karangmangu (?), Rempoah; Kec. Cilongok : Batuanten, Cikidang, Cilongok, Cipete, Gununglurah, Kasegeran, Langgongsari (?), Panembangan, Panusupan, Rancamaya, Sokawera (?); Kec. Gumelar : Cihonje, Cilangkap, Gumelar, Paningkaban; Kec. Jatilawang : Bantar (?); Kec. Kalibagor : Pajerukan, Wlahar Wetan (penjawaan dari Walahar); Kec. Karanglewas : Babakan, Pangebatan; Kec. Kebasen : Cindaga, Mandirancan; Kec. Kedung Banteng : Dawuhan Kulon, Dawuhan Wetan (?); Kec. Kembaran : Bantarwuni, Bojongsari; Kec. Kemrajen : (-) ; Kec. Lumbir : Cidora, Cingebul, Cirahab, Parungkamal; Kec.Patikraja : Sidabowa, Sokawera Kidul, Wlahar Kulon; Kec. Pekuncen : Cibangkong, Cikawung, Cikembulan, Pasiraman Kidul, Pasiraman Lor, Tumiyang; Kec. Purwojati : (-) ; Kec. Purwokerto Barat : Bantarsoka,  Pasir Kidul, Kober, Pasirmuncang; Kec. Purwokerto Selatan : (-); Kec. Purwokerto Timur : Sokanegara, Kranji; Kec. Purwokerto Utara : Pabuaran; Kec. Rawalo : Banjarparakan; Kec. Sokaraja : Pamijen, Sokaraja (Kidul, Kulon, Lor, Tengah, Wetan); Kec. Somagede : Piasa Kulon, Plana, Sokawera, Somagede, Somakaton; Kec. Sumbang : Banjarsari Kulon, Banjarsari Wetan, Ciberem, Gandatapa, Kawungcarang, Limpakuwus; Kec. Sumpiuh : (-); Kec. Tambak: Gumelar Kidul, Gumelar Lor; Kec. Wangon : Cikakak, Jurangbahas, Klapagading, Klapagading Kulon, Pangadegan, Wlahar.

Tempat-tempat lain

Ciroyom, Cideng, Parakanonje, dan entah masih banyak lagi.

Ini sekedar informasi belaka, dan bila ada tambahan atau koreksi sekali lagi akan sangat membantu. Di Jakartapun banyak pula tempat-tempat yang namanya beraroma Sunda, namun yang di Banyumas ini merupakan keunikan tersendiri. Bukti bahwa dulu Tatar Sunda pernah jauh lebih luas dari sekarang.

Bambang Priantono

20 November 2012

46 Comments Add yours

  1. Julie Utami says:

    Kampung saya di sini namanya Cimanggu. Ternyata di jalur kereta selatan kita juga bertemu dengan daerah bernama Cimanggu yang kalau tidak salah berada di sebelah barat Kecamatan Cipari, Banyumas Barat lho.

    Nak Nono termasuk pengamat yang jeli deh. Acung jempol!!!

    1. Cipari masuk Cilacap Tan…kampungnya si Priyo hehehehehe. Aku cuma batasi yg di Kabupaten Banyumas kok.

      Matur nuwun 🙂

      1. Julie Utami says:

        Iya saya tahu, Cilacap itu wilayah sebelah barat Karesidenan Banyumas. Sementara Cilongok, itu di Adipala, Kroya ke selatan.

      2. He-eh….arah selatan.

  2. Ophoeng says:

    Kayaknya sih, kalau daerah yang berbatasan, ada saling pengaruh-mempengaruhi untuk penamaan, juga bahasa-nya. Kita jangan membayangkan kalau di peta ada perbatasan Jawa barat dengan Jawa tengah, lantas secara tegas dipisahkan dengan garis tebal seperti pada peta. Sisi kiri Jawa tengah, nama-namanya ya mesti Jawa, sisi kanan Sunda, mesti semuanya Sunda.

    Bicara nama-nama tempat, penamaan-nya, tentu tidak lepas dari pemakaian bahasa sehari-hari di kalangan penduduknya. Kalau banyak penduduk berbasa Sunda pernah tinggal di suatu tempat, mestinya tidak heran kalau nama-nama tempat atau sungai, gunung, di daerah tsb. memakai nama Sunda.

    Di kawasan Sindanglaut atau babakan(?) – sorry, lupa persisnya, dekat Brebes, kalau gak salah terdapat satu wilayah yang cukup unik: sisi timur orang-orangnya berbasa Jawa, sementara sisi barat-nya pada berbasa Sunda. Dipisahkan jalan, kalau gak salah sih.

    Begitu ajah sih ya.

    1. Sama halnya dengan di Indramayu dan Cirebon begitu. Malah kalau saya baca, dari sekian ratus desa di Indramayu, hanya belasan desa yang penduduknya berbahasa Sunda. Itupun kebanyakan desa-desa di perbatasan Indramayu dengan Subang dan Sumedang. Sedang beberapa desa lain persis di tengah-tengah Indramayu dan pantura yang dikepung desa-desa penutur bahasa Jawa lokal.

      Sindanglaut masuk Cirebon. Nah, kalau di Ujung Timur Jawa Timur juga begitu, nama-nama desa dan wilayahnya Jawa tapi penduduknya malah mayoritas berbahasa Madura. Hehehehe.

      1. Mas Diding Suhaemi says:

        Di kampung Ibu saya di banten ngomkngnya pake bahasa sunda dialek banten trus kamoung sebelahnya cuma di batasin ama sungai ngomkng jawa dialek serang. Tp kita orang sunda ngerti bahasa dia dan dia juga ngeri bahasa sunda hehehe. Kalo kawinan juga adatnya ga jauh beda. Mungkin karena dulu terjadi sundanisasi jaman masih jawa barat

      2. Ya namanya jg percampuran. Seinget saya org jawa di pantura tangerang jg bgt.

      3. Tapi kata kakek saya cara bedain orang sunda banten sama jawa banten di liat dari kulitnya. Orang sunda banten kulitnya lebih cerah di banding orang jawa serang ( walau ga 100% bener ) hehe

      4. Hahahaha…..iya sih. Orang Jawa kulitnya lbh coklat.

    2. Julie Utami says:

      Di Sindanglaut pak. Mereka asli berbahasa Sunda, bukan bahasa Jawa Cerbonan walau kalau diajak komunikasi dalam bahasa Cerbonan mereka masih bisa memahaminya, pak.

      1. Kalau daerah2 transisi begitu memang banyak yang bilingual atau paham satu sama lain meski kalau komunikasi mereka gunakan bahasa masing-masing.

  3. wetwetz says:

    Tempat tinggalku namanya cikokol, entah apa artinya

    1. Kokolnya coba dicari di Kamus Sunda-Indonesia

  4. hai…lam kenal kampungku desa banjaranyar kec pekuncen di sebelah baratku betu ada kali kawung yg mengalir dari pekucen – parakansinjang,karang nangka – cikawung…

    1. Iya, banyak kok…susah disebut satu2…harus cek peta dan keliling lagi hehehee.

  5. sohib says:

    galuh purba ada di lereng gunung slamet.

    di jawa barat adalah galuh kawali, di kawali
    galuh pakuan, di antara kali pucang – pangandaran
    dan beberapa galuh lainnya.

    kemungkinan banyumas adalah tanah leluhur orang sunda juga.

    cilongok
    dalam bhs sunda kata NGALONGOK = melihat kembali . berkunjung kembali setelah lama menetap di daerah lain

    1. Kan menurut sejarahnya Kerajaan Sunda pernah sampai wilayah Dieng.
      Kata ‘Curug’ saja sampai wilayah Semarang dan Magelang, setelah itu tergantikan dengan ‘Grojogan’.

  6. Kampung kancaku nang Tegal arane Cilonglong.

    1. Akeh kok..sampek daerah Pemalang. Cikadu, Cibiuk dst.

  7. tapi walaupun mreka yang tinggal didaerah sunda jika bahasa nya jawa,, mereka akan mngklaim bhwa mreka turunan jawa. wlaupun dia sendiri gak tau kakek buyutnya dulu turunan mana.

    1. Ya,seperti di Indramayu, Cirebon, kemudian Tangerang sampai Serang juga begitu. 🙂

  8. karto says:

    kulonuwuuuuunnnnnnnnnnnnn…………….kampung saya namanya desa sawangan, ternyata di depok juga ada sawangan

    1. Hehehehee..Di Bogor juga lho…nama Sawangan, Babakan, Bojong mencar sampai Semarang juga hehehehe.

  9. Alexander budi darmawan says:

    tidak cuma diwilayah itu saja,bahkan di pantura dari Brebes,Tegal,Pemalang,Pekalongan,Batang hingga pedalaman di gunung pun banyak nama desa /daerah yang berbau sunda,sebagai contoh desa Cikeusal ,Kab Brebes, Desa Cibelok di Kab Pemalang,Kecamatan Lebaksiu ,Desa Babakan ada di kabupaten Tegal,Kecamatan Bojong,Desa Lebak barang ada di Kabupaten Pekalongan dan lain-lain ini cuma contoh kecil saja

    1. Memang, yang saya sebutkan disini cuma sebagian kecil aja di Banyumas. Di Pemalang ada juga desa Cibiuk, Cikadu, dan Bojong juga sampai di Semarang. Hehehehe..

  10. soreang says:

    Sebenarnya perbatasan itu dibikin gara2 politik… gimana biar pas misah pulau jawa jadi 3… kl sebelumnya kira2 dipisah 40%nya bekas kerajaan2 sunda tentunya ga estetika.. ( walaupun sebenernya harusnya 50-50, hingga ke dieng, kl ngeliat sejarah sunda purba, dieng sendiri dari namanya berasal dari kata di-hyang , yg artinya di-atas )..

    Nah karena sifat orang jawa yg suka memerintah ( bakat memimpin ), dan orang sunda yg kyk Kabayan n Peuyeum ( laid back ), maka seakan2 seperti dijajahlah wilayah2 sunda seperti sekarang ini, yang bahkan dibagi lagi menjadi provinsi Banten ( bahkan cirebon pun rencana memisahkan diri )

    kl yg di serang, pantura, indramayu, itu juga akibat ulah penguasa lokal jaman penjajahan dulu yang membawa pekerja-pekerja dari jawa untuk keperluan pembangunan di Pantura…

    Sekarang pun sama, arus2 pendatang orang Jawa terutama yang mengisi kantong2 Sunda seperti di Bekasi, Bandung, dsb yang membuat budaya semakin homogen..

    Ga ada yang salah dengan setiap budaya sebenernya,
    cuma tolonglah, kadang2 suka serakah udah dikasih kampung halaman bukannya dikembangkan, malah jadi pendatang, nyampah di daerah2 tersebut…

    coba kembangkan daerah2 yang masih sepi seperti Sumatra dan Kalimantan, atau kembangkan kampung halaman sendiri…

    Tolong ya mas2 sekalian..

    thanks

    1. Maaf, saya sih gak banyak komentar. Soal homogen dan heterogen itu memang sudah jadi realita sosial. Tentu perpindahan itu disebabkan banyak hal, kalau saya baca, Sunda kuno memang mendominasi sampai daerah Dihyang (Dieng) hingga abad ke-8 dimana pada akhirnya digeser oleh kekuatan dari timur. Jadi romantisme masa lalu itu sudah bukan masanya lagi.

      Hadapi saja realita yang ada, terlebih satu negara yakni Indonesia. Tentu perpindahan antar etnis tak bisa dielakkan lagi.

      Terima kasih sudah berkomentar.

    2. Eits bro jangan sok tahu. Aing asli ti banten. Urang jawa di dieu asalna ti jaman kasultanan banten. Ti jaman kasultanan demak, nyerbu ka ieu pateumpatan. Nyebarkeun agama islam ka urang sunda. Loba ulama ti cirebon jeung pantura ka dieu nu nyebarkeun agama islam. Sultan banten geh ti baheula carek jawa serang teu carek sunda banten.

      1. Knp berbeda? Krn sdh berabad putus hubungan dg jawa di timur dan terinterferensi dg budaya di sekitarnya.
        Terputus di tangerang br nyambung di pantura cilamaya

  11. noor says:

    bagus…sy juga darah banyumas…asli.lho…yg punya smp n 1 mbah sy…ahmad zuhdi,,,sebelah nya juga 105 ubin..sayang jatuh ke cina apotik…yg 105 ubin juga jatuh ke muslim tapi otak nya cina…bangkrut…ke beli yg kaya gara2 getuk…ke majuan au mundur?

  12. noor says:

    mbah ku yuswa 105 cucunya 105 tanahnya 105 ubin…makam nya di kebutuh….pas pintu makam wong hebat….dr margono cs…belok kanan ada makam keluarga tanpa nama…ada makam th 1956 kyai sumhudi….ada makam kyai h ahmad zuhdi….yg istrinya adik kyai bunyamin di kebon ndalem purwokerto….alkisah….jaman dulu ada juragan batik kyai h marzuqi di sokaraja….(guruku orang pesantren/saefudin zuhri yg anaknya saat ini menteri agama lukman hakim s z)….h marzuqi punya anak kh ahmad zuhdi kh mahsudi sokaraja wetan yg terkenal dg jabatan sebagai mursyid thoriqoh naqshobandi(buku terbitan lp3es) dan punya menantu asli solo/paman prof baequni ahli atom batan…kisah kyai mursyid yg tr tembak th 47…(katanya proklamasi…kok?ada yg tertembak lagi….mendengar berita inilah…konon..kh hasim asyari yg lagi ngajar..merasa kaget..sakit jarak seminggu wafat….(bandingkan versi hanung di film sang kyai hasyim asyari…punya versi lain….????????)
    kyai mursyid inilah yg jadi idol menteri agama saifudin zuhri era sukarno…
    akan kah sejarah berulang….yang menteri agama sukarno….anak nya juga me warisi jabatan menteri agama juga?….inilah misteri negeri ini…….
    kalau kita ingat prabowo yg banyumas…..indroyono susilo pun banyumas…
    duo jendral hebat susilo sudarman(bpk menteri maritim….indroyono..s) dan yasir hadibrata mantan pangdam/gubernur lampung…sudah tak asing lagi di kisah sejarah….tahukah anda?duo jendral tersebut adalah momongan seorang nenek hebat…(kelarga abu darda yg bekasnya ada rmh di dpn smp n sokaraja yg tanahnya mau di bkin istana wong arab….di sebelahnya anda bisa sowan ada hali warisnya,,,,dan tidak jauh dari situ ada rmh mantu habib hamid yg ke sohor…yg masih darah haji marzuqi…..
    diantara cucu h marzuqi masih ada darah batik nya..bp sugito tokoh batik banyumas yg punya galeri di area jln makam kebutuh….anda penasaran?

  13. noor says:

    masih ada satu situs makam di sokaraja wetan…di belakang ndalem mbah mahsudi ada makam h marzuqi…kh mahsudi yg tak ada pesantren nya…dulu di rancang masjid sebagai bukti sejarah kyai yg dulu banyak jamaah yg ngaji,sepeninggal beliau belum ada satu pun cucu penerus nya.
    bahkan kyai haji ahmad zuhdi yg konon membimbing habib hamid saat riyadloh di pohon rambutan ndalem mbha ahmad(kisah bibi ngatiyah)..
    subkha na lloh hanya kh ahmad bunyamin yg tercantum dlm situs 14 makam yg di ziarahi…para pen ziarah wali songo yg masuk area banyumas,mbah ahmad zuhdi figure kyai yang tidak diragukan lagi..
    beliau lahir bareng dg einstein kartini (kakaknya kartono yg poliglot pemenang lomba desain text tersingkat tingkat pbb) mbah ahmad lahir 1879 m…135 th yang lalu….(ahmad dahlan….ahmad surkati…..hasyim asyari….ahmad bunyamin….(ahmad zuhdi…mahsudi….terlupakan???)
    bukti sejarah yg ada adalah tanah jejer pabrik kabel handal di indonesia
    ada di sokaraja..ada plang tanah lbr 49 m yang di jual adalah milik mbah ahmad zuhdi sang penggugah….yang tak kalah hebatnya dg…sang kyai
    ….sang pencerah…..yang terkenal di belantara indonesia…..saat ini……

  14. noor says:

    kaau wong banyumas mau gabung di komunitas plat r…ahlan wa sahlan

  15. Tisna says:

    KOKOL kemungkinan besar berasal dari kata KOHKOL, yang artinya KENTONGAN

  16. sohib sgp says:

    pergilah ke pangandaran jawabarat. Bukan cuma bahasa. Di desa pagergunung, bahkan mereka memakah hitungan jawa. So ,,,,,,,,bukan kah galuh purba ada di lereng selatan gunung jamurdipa

  17. Kusumadinata says:

    Wajarlah memang Sunda banyak pengaruhnya, kerajaan pertama aja di tanah Jawadwipa Salakanagara yg sjatinya Sunda, Kalo pmerintahan Jawa baru ada saat adanya Medang / Mataram kuno yg mana diperintah oleh Dinasti Syailendra, inilah juga yg mnjadi perselisihan antara Banga dan Manarah ( Ciung wanara ) pd masa itu dlm mmperbutkan kkuasaan, kkuasaan Galuh mnajdi kenangan bhwa pd masa itu mmang sedang jayanya, sekarang kita sudah berbagi sejarah yg sama.

  18. radite59@gmail.com says:

    Orang Sunda menguasai daratan, seperti halnya orang Daya (Dayak), tutur katanya juga mirip. Orang Sunda suka berpindah-pindah, Kerajaan Medangkamulan yang secara perlahan bergeser ke timur sampai ke Jawa Timur adalah turunan Sunda. Perhatikan nama Kanjuruhan, Kahuripan di Malang, rasanya kan seperti kosa kata Sunda?
    Orang Jawa tidak hanya di darat saja tapi juga turun ke laut, makanya mereka tersebar di pantai dan interaksi dengan orang luar lebih banyak makanya bahasanya juga cepat berubah; dari mirip bahasan Sunda seperti di Banyumas, Banyuwangi dan Bali sampai bahasa Jawa yang sekarang.
    Sejarahwan Belanda menamakan pulau-pulau besar di Nusantara sebagai Sunda Besar, saya kira karena mereka mendapati ada benang merah Sunda di pulau-pulau tersebut.

  19. Benk elrumy says:

    orang jawa baik” orang sunda juga baik”

    1. Ini cuma soal etimologi ya. Gak ada kaitan dengan orangnya.

  20. muklis says:

    Inilah perjalanan panjang berdirinya Bangsa Indonesia,dari jaman kerajaan yg tersebar dari segala penjuru wilayah,dari jaman atheis,Hindu,Budha,Islam,dan sampai sekarang indoneaia lahir menjadi sebuah negara besar yg terdiri dari Ras suku,kepercayan agama yg berbeda beda ,dan di payungi dengan Pancasila sungguh luar biasa,MERDEKA,ASLI Purwokerto Banyumas

  21. BOY says:

    org2 banyumas dan sekitar nya juga tampang nya lbh mirip ke sunda daripada ke jawa. kalau magelang ke timur tampang nya jawa banget.

  22. Salim says:

    Ya,kita semua keturunan nabi Adam. Budaya dibentuk lingkungannya

  23. BOY says:

    Di daerah purbalingga ada desa nama nya bojongsari. di daerah bobotsari ada desa nama nya cipaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s