PARADE PUISI HARI PAHLAWAN 2012


Tulang-Tulang Yang Membisu

 

Bambang Priantono

 

Tulang-tulang yang membisu

Berkalang tanah tenang di perut bumi

Perlahan tulang-tulang itu kan menghilang

Tulang belulang yang berjuang

 

Mempertahankan harkat kemerdekaan

Dengan darah, doa, airmata bahkan hingga nyawa

Mereka pertaruhkan demi kebebasan

Mereka mati muda

 

Para pengibar sang saka diatas darah dan airmata

Yang kini membisu menanti saat mahsyari

Ditengah bara perjuangan di kota buaya 67 tahun lalu

Yang membahana hingga menggetarkan dunia

 

Mengguncang masyarakat mancanegara

Bahwa sesungguhnya perjuangan itu takkan mati

Kendati harus terkubur menjadi tulang-tulang berserakan

Tulang-tulang yang membisu

 

Tulang-tulang yang membisu

Menangis lirih kala tanah yang mereka perjuangkan

Rakyat yang mereka bela hingga meregang nyawa

Kini mengkhianati dan melupakan mereka

 

Derap perjuangan tergantikan dentam gemerlap

Lena merdeka memabukkan sukma

Sosok tauladan seolah sirna dari benak bangsa

Yang ada hanyalah senang, gembira, bahagia…yang semu

 

Tulang-tulang yang membisu

Tersisih dari pojok benak dan sanubari bangsa yang hedonis

Tulang-tulang itu menangis dalam bisu

Melihat bangsa yang kian hari kian menyundal

 

Tulang-tulang yang membisu

Tulang para taruna gagah berani yang berjuang demi bangsa negara

Kini tergadai oleh taruna yang gagah berani dengan egonya sendiri

Tertukar muda teruna…yang hilang jatidiri

 

Tulang-tulang yang membisu

Mungkin banyak anak bangsa yang telah abaikan dirimu

Melupakanmu karena tauladan yang kini juga galau jati diri

Ah! Sungguh malangnya

 

Tulang-tulang yang membisu

Mungkin hanya bisa menangis lirih

Melihat cucu-cucunya yang kini justru menumpahkan darah

Darah sesamanya atas nama agama, suku, bangsa dan golongannya sendiri

 

Tulang-tulang yang membisu

Bila mampu bicara, pastilah kan menjerit marah

Marah karena terinjak-injaknya harga diri bangsa

Sementara yang kuat hanya tutup mata dan telinga

Oh!

 

Tulang-tulang yang membisu

Pahlawan-pahlawan yang kini sudah tenang bersama Sang Khaliq

Biarlah mereka melupakanku

Biarlah mereka tenggelam oleh samudera hedonnya sendiri

 

Tulang-tulang yang membisu

Ribuan bahkan jutaan

Tetap terkenang oleh ibu pertiwi

Sebagai penyubur semangat kemerdekaan

 

Tulang-tulang yang membisu

Semangatmu tetap hidup dan membahana

Selamat Hari Pahlawan, wahai tulang-tulang yang membisu

Walau dalam diam, walau hanya dalam kenangan

 

Selamat Hari Pahlawan

Pahlawanku

Tulang-tulang yang telah lama membisu

Berselimutkan Sang Saka

 

9 November 2012

19.58 WIB

 

Insiden Bendera

 

Dulu bendera merah putih biru dirobek

Yang terkoyakkan adalah yang biru

Hingga menjadi merah putih

Siapa pelakunya, biar Tuhan Yang Maha Tahu

Kini bendera merah putih ‘terkoyak’

Terrobek semua warnanya

Yang ada kibarkan bendera golongan masing-masing

Mengemuka ego, menafikan bhinneka tunggal ika

Dulu semua bersatu padu merobek bendera sisi biru

Dengan semangat patriot yang menyala-nyala

Meski hanya dengan bambu runcing dan senapan rampasan

Tapi akhirnya kemerdekaan itu terpertahankan

Kini semua bersatu padu menggadai dan mengoyak-ngoyak sang saka

Jual jatidiri, gadaikan ibu pertiwi, tindaskan nan lemah

Demi kekuasaan dan harta benda

Sang saka terbakar, terinjak hingga akhirnya tiada arti

Semarang

9 November 2012

20.16 WIB

 

 

Hai Pahlawan

 

Hai pahlawan!

Jasamu telah terpatri

Menyatu dalam sanubari

Meneroka dalam hati

Hai pahlawan!

Tugasmu telah tunai

Baktimu telah terijabahi

Berkat Rahmat Illahi

Hai pahlawan!

Suri tauladanmu takkan terganti

Tanda setiamu pada ibu pertiwi

Korbankan jasmani dan rohani

Hai pahlawan!

Tolong bantulah kami

Membangun jiwa-jiwa yang terbuai

Untuk menegakkan daulat negeri ini

Semarang

9 November 2012

20.22 WIB

 

Upacara

 

Berbaris rapi berbanjar

Menghormat pada Sang Saka

Semua harus hadir

Meski banyak yang tak rela hati

Berbaris rapi berbanjar

Mendengarkan inspektur upacara

Membacakan kisah tauladan Hari Pahlawan

Meskipun sambil terkantuk-kantuk

Berbaris rapi berbanjar

Penghayatan apa yang dirasakan

Semangat kepahlawanan

Ataukah sekadar formalitas

Embuh

Bambang Priantono

Semarang 9 November 2012

20.27 WIB

 

 

Karnaval Pahlawan

 

Ada yang membawa bambu runcing

Ada yang membawa senapan mesin

Ada yang hanya bawa batu

Ada yang menenteng sebakul makanan

Ada yang membawa obat-obatan

Ada yang membawakan dana

Bahu membahu mempertahankan benih merdeka

Sekarang…..

Sekedar sebentuk seremoni kah?

Bambang Priantono

Semarang 9 November 2012

20.33 WIB

10 Comments Add yours

  1. Larasati says:

    waahh pakdhe bambag ini emang luar biasa..larass lg nyari2 ide neh tentang puisi tema pahlawan tp belum nemu2 juga hahaha sapa tahu deh dapat ilham dari sini, suwun pakdheee

  2. nengwie says:

    Kereeen…. 🙂
    Anak2 jaman sekarang “kenal” ngga ya dgn para pahlawannya?

    1. Rata-rata pada gak tau…menyedihkan

    2. elok46 says:

      gimana mau tahu kalo tidak dikenalkan 🙂
      dan anak sekarang juga sudah tidak mau tahu 😦

      1. Yang mereka tau cuma idola-idola kosong dan semu belaka

      2. nengwie says:

        Sayang sekali…. 😦

      3. Dan begitu selanjutnya karena tidak ada yang memulai

  3. elok46 says:

    waaaaaaaaaaaaaaah lengkap sekali puisinya

    hehehe selamat hari pahlawan buat semuanya 🙂

    1. Mumpung bisa buat parade nih

      Selamat hari pahlawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s