Kunjungan Ke Prasasti Plumpungan, Salatiga


Apr 20, ’12 3:22 AM
for everyone
1 April 2012 saya berkesempatan jalan-jalan keliling Salatiga, ditemani oleh Danang (Dhave29) yang kebetulan sedang bebas dari tugas-tugas laboratoriumnya. Saya dibebaskan memilih mau pergi kemana, dan saya memilih pergi ke situs Plumpungan yang katanya menjadi tonggak berdirinya kota Salatiga. Dari pusat kota, kami berdua naik angkot arah Purwodadi yang berhenti di daerah Plumpungan, dan daripada naik ojek karena Danang bilang cuma 100 meter, akhirnya kami putuskan untuk jalan kaki saja.Saat tiba di lokasi setelah menempuh jalanan menanjak sejauh 100 meter, akhirnya kami sampai disebuah tempat mirip petilasan yang isinya adalah batu prasasti yang dimaksud. Menurut referensi yang saya baca di berbagai sumber Prasasti ini berukuran lingkar 5 meter dan tulisan yang terukir diatasnyapun sudah mulai memudar karena termakan jaman. Prasasti yang terletak di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga ini diperkirakan berangka tahun 750 Masehi (lebih tua 10 tahun dibanding prasasti Dinoyo).


Meski tulisannya sudah kabur, namun ada papan diatasnya yang menjabarkan transkripsinya meski tidak jelas. Transkripsinya per baris seperti ini

A.
1. Srir = Astu swasti prajabhyah shakakalatita 672/4/31
2. Maddyaham
3. Dharmmartham ksetradanam yad : udayajananam yo dadatisabhyakta
4. Hampragramam trigramyamahitam = Anumatam siddadewyashca tasyah
5. Kosamragrawelakhak sarawidhitam prantasimawidhanam
6. Tasyaidad= Bhanunamno bhuwi bhawatu yasho jiwitamcaiwa
Artinya
1. Semoga bahagia (selamatlah rakyat sekalian) Tahun Saka telah berjalan 672/4/31 (24 Juli 750 Masehi) pada hari Jumat.
2. Tengah Hari
3. dari beliau, dari agama untuk kebangkitan yang maha tinggi telah menganugerahkan sebidang tanah atau taman agar memberikan kebahagiaan kepada mereka.
4. yaitu desa Hampra yang terletak wilayah Trigram yama (Salatiga) dengan persetujuan dari Siddhadewi (sang dewi yang sempurna atau mendiang) berupa daerah bebas pajak atau perdikan.
5. ditetapkan dengan tulisan atau prasasti yang ditulis menggunakan ujung mempelam
6. dari beliau yang bernama bhanu (dari mereka) berupa bangunan suci atau candi ini selalu merupakan hidup abadi.

Sementara baris keduanya
1. Antara gambar I dan II : Rsi (Resi)
2. Antara gambar II dan III : Pra(nayama)
3. Antara gambar III dan IV : tidak terbaca
4. Antara gambar IV dan V : Ji…
5. Samping kanan gambar V : tidak terbaca.


Penjelasan itu sudah merupakan gambaran kalau daerah Plumpungan dulunya bernama Hampra yang menjadi wilayah Swatantra (otonomi) dimasa itu. Sedangkan Raja Bhanu yang disebut dalam prasasti itu diperkirakan adalah raja yang peduli dengan nasib rakyatnya. Prasasti ini tidak ada penjelasan lebih rinci lagi, namun setidaknya prasasti ini merupakan titik awal keberadaan kota Salatiga (Trigram yama) dengan berbagai versinya. 

Tempat bersejarah ini sepi sekali, meski berdekatan dengan rumah penduduk. Jarang yang berkunjung ke lokasi ini, entah mengapa, tetapi inilah tonggak penting eksistensi Salatiga secara keseluruhan, dan seyogyanya situs prasasti semacam ini lebih banyak yang mengabadikan agar tidak lenyap ditelan sejarah. Banyak dari bangsa kita yang tidak tahu sama sekali sejarah tempatnya bermukim karena minimnya catatan-catatan sejarah didalamnya, dan bila adapun sangat sedikit dan sulit ditemukan karena sudah rusak, hilang bahkan tercuri.Saya dan Danang hanya sebentar disana, sambil merenungkan bagaimana wilayah ini lebih dari 14 abad silam.

Semoga kita tidak jadi bangsa yang amnesia akan sejarahnya sendiri.

Bambang Priantono
20 April 2012
Semarang

Advertisements

19 Comments Add yours

  1. Semoga prasastinya tetap terjaga kelestariannya.

    1. Ya Mas, karena bagaimanapun prasasti itu adalah cerminan masa lalu kita, dan sebagai pengingat kalau kita juga punya peradaban yang adiluhung. Entah itu baik maupun buruk.

  2. ibuseno says:

    Wah.. masih bagus Prasastinya di kasih tempat layak ya Cak, dr pd dibiarkan teronggok di tengah sawah, smoga terus terjaga..

    1. Aamin Teh…beberapa prasasti memang sudah diberi tempat layak. Semoga lainnya juga demikian.

  3. wetwetz says:

    Salatiga, betultujuh,

  4. anotherorion says:

    biyen sempet ya kepikiran mengabadikan tulisan nang watu

    1. Pegel yo nek jaman saiki..hahahaha
      Opo maneh nek gawe model jaman ndisik

  5. Larasati says:

    semoga tidak semakin punah dan pudar….

  6. Wiwik says:

    nek sekarang mengabadikan ‘sejarah’ lewat blog ya, mas….

    1. betullll….ben ra ilang

  7. thebimz says:

    salatiga berarti dapet 7 ya mas, hehehehe

    btw jadi inget pelajaran PSPB saya mas jaman SD 😀

  8. Agamfat says:

    mbak, coba ikut komunitas bol brutu di yogyam suka berkunung ke candi2 seputaran jawa tengah

    1. Mbak? aku sementara independen sik Mas 🙂
      Suwun dudu sombong lho. Aku pengen ngrasakno sik perjalananku.

      1. Agamfat says:

        Mbang maksude. Bol brutu kuwi si cuk jeancuk cah mp mbiyen, gerombolan pemburu batu

      2. Aku ra pati kenal wonge je…alon2 wae

  9. Mas Agam : dan aku masih belum yakin bergabung dengan komunitas itu untuk saat ini. Thanks for the info.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s